JAKARTA - Upaya Iga Swiatek untuk melengkapi Grand Slam kariernya harus berakhir di perempat final Australian Open tahun ini.
Petenis Polandia itu takluk dari unggulan kelima asal Kazakhstan, Elena Rybakina, dalam dua set langsung, 7-5, 6-1.
Swiatek, yang berstatus juara bertahan Wimbledon, tak mampu menahan agresivitas Rybakina.
Petenis berusia 26 tahun tersebut memaksimalkan kekuatan pukulan dan tempo cepat lapangan Melbourne Park untuk mengendalikan pertandingan sejak awal.
Kekalahan ini menghentikan peluang Swiatek menjadi wanita keenam di era Open yang menjuarai keempat turnamen Grand Slam.
Sebelumnya, Swiatek sudah mengoleksi enam gelar mayor di tiga permukaan berbeda, termasuk keberhasilan menaklukkan rumput Wimbledon—permukaan yang lama dianggap titik lemahnya.
Sebelum turnamen dimulai, Swiatek sempat menyebut pencapaian Grand Slam karier sebagai “mimpi yang menjadi kenyataan”.
Namun ia menegaskan berusaha mengabaikan tekanan eksternal. Performa di empat babak awal memang tidak sepenuhnya meyakinkan, terutama pada sektor servis.
Lapangan cepat Melbourne Park kembali menjadi tantangan bagi Swiatek, khususnya saat menghadapi lawan dengan gaya menyerang.
Faktor itu menjadi kombinasi yang menguntungkan bagi Rybakina, juara Wimbledon 2022, yang tampil tanpa kompromi dalam duel perempat final ini.
Set pertama berlangsung ketat dengan kedua pemain saling mematahkan servis.
Rybakina sempat kesulitan menemukan ritme servis, tercermin dari persentase servis pertama yang hanya mencapai 41 persen.
Meski begitu, kekuatan pukulan dasarnya cukup untuk terus menekan Swiatek.
Momen krusial terjadi pada gim ke-12. Rybakina bangkit dari ketertinggalan 0-30 melalui pengembalian bola dalam dan pukulan winner eksplosif, memaksa Swiatek melakukan kesalahan sendiri dan mengamankan set pertama.
Momentum sepenuhnya beralih ke tangan Rybakina pada set kedua. Dalam kondisi cuaca cerah dengan suhu sekitar 22 derajat Celsius, pukulan-pukulan kerasnya terus melaju, sementara Swiatek tampak kesulitan menemukan solusi atas tekanan yang datang bertubi-tubi.
Rybakina dengan cepat menguasai jalannya set kedua dan menutup pertandingan tanpa memberi ruang kebangkitan bagi Swiatek.
Hasil ini menegaskan status Rybakina sebagai salah satu penantang terkuat di Melbourne, sekaligus mengakhiri ambisi besar Swiatek di Australian Open tahun ini.
Editor : Ockta Prana Lagawira