Jawa Pos Radar Madiun - Juventus menelan kekalahan telak 0-3 dari Atalanta di Coppa Italia, Jumat (6/2) dini hari WIB.
Namun bukan hanya skor yang menjadi sorotan, melainkan kontroversi handball Gleison Bremer yang berujung penalti dan menjadi titik balik pertandingan.
Bremer mengaku sulit menerima keputusan hasil pengecekan VAR tersebut.
Meski dirinya sadar aturan bisa mengarah pada penalti, Bremer tetap menilai insiden itu tidak pantas dihukum.
“Aturannya bilang itu penalti, jadi sulit membahasnya. Kami tidak bisa terus mendiskusikannya, wasit sudah mengambil keputusan dan itu yang paling penting sayangnya,” kata Bremer.
Namun Bremer kemudian menegaskan pendapatnya sebagai seorang bek. “Sebagai bek, saya bilang itu bukan penalti.”
Kronologi Handball yang Jadi Awal Petaka Juventus
Insiden handball terjadi ketika Atalanta melancarkan serangan dari sisi kanan wilayah Juventus dan bola masuk ke area penalti.
Dalam situasi cepat, bola terlihat mengenai tangan Bremer di dalam kotak terlarang. Wasit kemudian mengecek VAR dan memutuskan penalti.
Penalti itu akhirnya menjadi gol pembuka Atalanta, dan setelahnya Juventus terlihat kehilangan kendali.
Bremer: Juventus Kehilangan Konsentrasi, Terulang Seperti Lawan Lecce
Di luar kontroversi penalti, Bremer tidak menjadikan keputusan wasit sebagai alasan utama kekalahan.
Dia menilai Juventus tetap bersalah karena kehilangan fokus di momen-momen krusial.
“Tidak ada alasan, kami kurang konsentrasi. Hal yang sama terjadi melawan Lecce juga.”
Bremer mengakui Juventus sebenarnya mampu menguasai permainan. Namun dominasi itu tidak berarti apa-apa jika tidak dibarengi efektivitas di depan gawang.
“Kami mendominasi, tapi kami tidak bisa mencetak gol.”
Minta Maaf ke Fans
Kekalahan 0-3 di Coppa Italia membuat Juventus mendapat tekanan besar, terutama dari fans yang kecewa karena tim tumbang dengan skor mencolok.
Bremer pun meminta maaf secara terbuka. “Kami minta maaf kepada fans, tapi kalah 3-0 itu sama sekali tidak bisa diterima.”
Juventus Fokus ke Laga Penting Hari Minggu
Bremer menutup pernyataannya dengan pesan tegas bahwa Juventus tidak punya waktu untuk larut dalam kekecewaan.
Menurutnya, Bianconeri harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan penting di akhir pekan.
“Kami punya laga penting pada hari Minggu. Kami harus terus bekerja keras, menundukkan kepala, dan tetap fokus.” (cor)
Editor : Andi Chorniawan