Jawa Pos Radar Madiun – Atmosfer ketegangan menyelimuti Jakarta jelang laga puncak AFC Futsal Asian Cup Indonesia 2026, Sabtu (7/2) hari ini.
Namun, di tengah ekspektasi tinggi publik tuan rumah, satu sosok terlihat begitu tenang dan dingin: Brian Lindrey.
Pemain andalan Timnas Futsal Indonesia ini menegaskan bahwa skuad Garuda tidak sedikit pun merasa gentar menghadapi raksasa futsal Asia, Republik Islam Iran, di partai final.
Padahal, di atas kertas, Iran adalah monster yang sedang memburu gelar juara ke-14 mereka. Sementara bagi Indonesia, ini adalah momen bersejarah karena final pertama sepanjang masa.
Baca Juga: Kongres AS Janji Buka 3 Juta Epstein Files Senin Depan: Tidak Ada Sensor, Peserta Dilarang Bawa HP
Mental Baja Sang MVP
Brian Lindrey, yang menjadi motor serangan saat Indonesia menumbangkan Jepang 5-3 di semifinal, menyebut mentalitas tim sedang berada di puncaknya.
"Saya dan rekan satu tim tidak menghadapi tekanan apa pun melawan Iran, meskipun ini adalah pertama kalinya kami berada di final," ujar pemain berusia 26 tahun tersebut dengan tenang.
"Kami siap dan selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia," tambahnya.
Ketenangan Brian bukan tanpa alasan. Pemain Black Steel FC ini sudah terbiasa dengan laga bertekanan tinggi.
Ia adalah aktor kunci saat Indonesia menjuarai ASEAN Futsal Championship 2024/AFF Futsal 2024 di Thailand, di mana ia mencetak 4 gol dan dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP).
"Main Cerdas" Ikuti Instruksi Hector Souto
Menghadapi Iran yang memiliki fisik dan teknik kelas dunia, Brian membocorkan sedikit pendekatan yang akan diambil tim. Tidak ada ritual khusus, kuncinya hanya satu, disiplin taktik.
"Tidak ada taktik atau persiapan khusus untuk final, kami hanya akan mengikuti instruksi pelatih kami (Hector Souto)," jelas Brian.
"Kami punya taktik yang berbeda untuk setiap pertandingan, jadi kami akan menjalani pertandingan (lawan Iran) dengan cara yang cerdas," tegasnya.
Peran Brian di turnamen ini tak tergantikan. Ia nyaris mencetak gol di beberapa laga awal sebelum akhirnya pecah telur lewat gol krusial di menit ke-4 saat Indonesia menang dramatis 3-2 atas Vietnam di perempat final.
Teror "Pemain Keenam"
Senjata rahasia Indonesia di final nanti bukan hanya taktik Hector Souto atau kelincahan Brian Lindrey, melainkan ribuan suporter yang akan memadati arena.
Brian Lindrey melontarkan psywar berkelas kepada sang lawan. Ia mengingatkan Iran bahwa mereka bermain di kandang Garuda.
"Ini adalah rumah kita dan kita adalah tuan rumahnya. Dan inilah cara kami tetap termotivasi untuk final," pungkas Brian penuh percaya diri.
Saksikan perjuangan sejarah Timnas Futsal Indonesia vs Iran hari ini! (naz)
Editor : Mizan Ahsani