JAKARTA - Timnas Futsal Indonesia harus puas menjadi runner up setelah kalah dari Iran lewat drama adu penalti pada laga final AFC Futsal 2026.
Duel Indonesia vs Iran digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Pertandingan berjalan luar biasa sengit. Skor 5-5 bertahan hingga extra time, sebelum Iran akhirnya menang lewat adu penalti dengan skor 5-4.
Iran Juara ke-14, Indonesia Cetak Sejarah
Iran yang dikenal sebagai raja futsal Asia kembali membuktikan dominasinya.
Team Melli sebelumnya mengoleksi 13 gelar dari 17 penyelenggaraan Piala Asia Futsal.
Dengan kemenangan ini, Iran resmi menambah koleksi trofinya menjadi 14 gelar.
Sementara itu, Indonesia tetap mencatat sejarah besar. Untuk pertama kalinya, Timnas Futsal Indonesia mampu menembus partai final Piala Asia Futsal.
Indonesia juga mencatatkan sejarah membobol gawang Iran terbanyak sampai 5 gol.
Ini kebobolan terbanyak dari tim yang menjadi langganan berlaga di Piala Dunia Futsal selama gelaran AFC Futsal Asian Cup.
Jalannya Laga: Indonesia Sempat Unggul 3-1
Iran membuka keunggulan lebih dulu.
Pada menit keempat, Hosein Tayebi mencetak gol setelah memanfaatkan umpan dari Mehdi Karimi.
Indonesia merespons dengan cepat.
Pada menit ketujuh, Reza Gunawan mencetak gol memanfaatkan bola rebound setelah Bagher Mohammadi gagal menangkap bola hasil sepakan Dewa Rizki. Skor menjadi 1-1.
Baca Juga: Skor Indonesia vs Iran 4-4, Final Piala Asia Futsal 2026 Lanjut Extra Time
Tak lama kemudian, lemparan Ahmad Habiebie menjangkau Israr Megantara. Meski ruang ditutup, Israr mampu berkelit dan melepaskan sepakan yang mengubah skor menjadi 2-1.
Indonesia kemudian memperlebar jarak.
Kembali Israr Megantara mencetak gol pada menit kesembilan.
Lemparan datar Habiebie mengarah ke Israr, lalu digiring dan dituntaskan menjadi gol. Skor 3-1.
Penalti Titik Kedua Gagal, Iran Kejar Skor
Pada menit ke-15 Iran sempat mencetak gol lewat Saeid Ahmad Abbasi, namun gol itu dianulir setelah VAR menunjukkan bola meninggalkan area pertandingan.
Pada menit ke-16, Wendy Brian Ick melakukan sacrifice foul yang membuat Iran mendapat penalti titik kedua.
Namun, Salar Aghapour gagal menaklukkan Habiebie yang melakukan penyelamatan gemilang.
Iran akhirnya memperkecil kedudukan pada menit ke-18.
Kesalahan Habiebie dalam menguasai bola berujung tendangan bebas. Umpan Aghapour dituntaskan Mehdi Karimi. Skor berubah menjadi 3-2 hingga turun minum.
Babak Kedua: Skor 4-4 dan Powerplay Iran Kembali Jadi Senjata
Iran mengawali babak kedua dengan permainan agresif.
Pada menit ke-23, Saeid Ahmad Abbasi mencetak gol lewat tendangan bebas. Skor menjadi 3-3.
Namun, Indonesia langsung membalas.
Hanya dalam hitungan detik, Samuel Eko mencetak gol setelah memanfaatkan kesalahan Iran dalam build up.
Indonesia kembali unggul 4-3.
Iran terus menggempur, tetapi blok-blok pemain Indonesia, penyelamatan Habiebie, dan tiang gawang berulang kali menggagalkan peluang Iran.
Pada empat menit terakhir, Iran memainkan powerplay dengan Mahdi Karimi sebagai kiper terbang.
Hasilnya, Iran menyamakan skor 4-4 lewat gol Mahdi Karimi pada menit ke-37.
Extra Time: Israr Cetak Gol, Iran Balas Lagi
Pada babak extra time, Indonesia berusaha menguasai bola.
Iran sempat mengancam lewat peluang Aghapour dan Behrooz Azimihematabadi, tetapi tidak berujung gol.
Tendangan kencang Brian Ick menandai awal babak kedua extra time.
Iran juga punya peluang lewat Moslem Oladghobad, tetapi digagalkan M Nizar Nayaruddin.
Pada menit ke-38, Israr Megantara mencetak gol lewat situasi tendangan penjuru. Skor berubah menjadi 5-4 untuk Indonesia.
Namun, Iran kembali menyamakan kedudukan.
Melalui skema powerplay, Salar Aghapour mencetak gol jarak jauh. Skor menjadi 5-5 dan bertahan sampai waktu habis.
Adu Penalti: Indonesia Kalah 4-5
Laga final pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, Iran tampil lebih dingin dan akhirnya menang dengan skor 5-4.
Indonesia harus puas finis sebagai runner up, tetapi tetap mencatatkan pencapaian terbesar dalam sejarah futsal nasional.
Editor : Ockta Prana Lagawira