Jawa Pos Radar Madiun – Atmosfer panas menjelang Derby d'Italia antara Inter vs Juventus Sabtu (14/2) ini sedikit berbeda.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, membuat keputusan mengejutkan dengan menolak melakukan konferensi pers pra-pertandingan yang sudah menjadi tradisi.
Spalletti memutuskan untuk tidak berbicara kepada media sebelum laga krusial di San Siro tersebut.
Sebagai gantinya, ban kapten tidak hanya melingkar di lengan Manuel Locatelli di lapangan, tetapi juga di ruang pers.
Sang gelandang dijadwalkan akan berbicara di jumpa pers pra-pertandingan pada Jumat (13/2) sore.
Fokus Liga Champions Jadi Alasan
Keputusan "bungkam"-nya Spalletti ini bukan tanpa alasan.
Langkah ini diambil untuk menghindari sang pelatih berbicara kepada media dua kali dalam kurun waktu tiga hari.
Pasalnya, Spalletti diwajibkan memberikan konferensi pers resmi pada hari Senin mendatang jelang laga play-off Liga Champions melawan raksasa Turki, Galatasaray.
Manajemen Juventus tampaknya ingin menjaga fokus sang pelatih agar tidak terpecah oleh bombardir pertanyaan media yang terlalu intens dalam waktu singkat.
Strategi Baru Hingga Akhir Musim?
Langkah mengirimkan pemain senior untuk menggantikan pelatih dalam sesi jumpa pers Serie A tampaknya akan menjadi tren baru di kubu Si Nyonya Tua.
Laporan menyebutkan bahwa praktik ini kemungkinan besar akan terus berlanjut hingga akhir musim ini.
Sebagai contoh, pada laga Serie A berikutnya melawan Como pada 21 Februari mendatang.
Juventus diprediksi akan kembali mengirimkan pemain berbeda untuk menghadapi awak media, bukan Spalletti. (naz)
Editor : Mizan Ahsani