Jawa Pos Radar Madiun - Allianz Stadium yang biasanya menjadi benteng kokoh bagi Juventus akhirnya runtuh.
Tim asuhan Cesc Fabregas, Como, berhasil mencatatkan kemenangan bersejarah 2-0 di Turin, dalam lanjutan Serie A yang berlangsung pada Sabtu (21/2).
Hasil buruk Juventus vs Como tersebut sontak memicu kemarahan hebat dari para pendukung tuan rumah.
Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi pendukung Bianconeri karena merupakan kekalahan kandang pertama sejak hampir satu tahun lalu.
Juventus sebelumnya tidak terkalahkan di Turin sejak Maret 2025, namun dominasi tersebut dipatahkan oleh efektivitas permainan Como.
Sepanjang laga, atmosfer stadion terasa sangat mencekam bagi tim asuhan Luciano Spalletti. Ejekan mulai terdengar saat jeda antarpabak ketika Juventus tertinggal satu gol.
Setelah gol kedua dari Maxence Caqueret tercipta, suporter mulai meneriakkan tuntutan agar pemain tampil dengan "nyali" dan perjuangan lebih besar.
Banyak suporter bahkan memilih meninggalkan tribun sebelum laga usai sebagai bentuk protes.
Rapor Buruk Skuad Spalletti
Penampilan Juventus dinilai sangat datar dan tanpa ide.
Mengutip sejumlah media Italia, pelatih Luciano Spalletti mendapatkan sorotan tajam karena dianggap gagal menghidupkan kreativitas maupun menjaga soliditas pertahanan timnya.
Beberapa catatan rapor pemain menonjol dalam laga ini:
Michele Di Gregorio (Rating 4): Dianggap paling mengecewakan setelah kebobolan gol cepat di tiang dekat yang meruntuhkan mental tim.
Kenan Yildiz (Rating 5.5): Meski tampil kurang berbahaya, Yildiz adalah satu-satunya pemain yang mendapatkan tepuk tangan saat ditarik keluar karena dianggap masih menunjukkan usaha.
Como Menatap Zona Liga Champions
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi pembuktian bagi kecerdasan taktik Cesc Fabregas.
Meski tanpa bintang utama Nico Paz yang terkena sanksi, Como tampil sangat praktis dan mematikan.
Maxence Caqueret yang menjadi pengganti di lini tengah tampil gemilang dengan akurasi operan mencapai 90 persen dan satu gol krusial.
Kini, Como hanya tertinggal satu poin di belakang Juventus dalam klasemen sementara.
Hal itu membuka peluang lebar bagi klub milik pengusaha Indonesia tersebut untuk bermimpi masuk ke zona Liga Champions musim depan.
Juventus harus segera berbenah karena jadwal berat telah menanti.
Mereka akan menjamu Galatasaray pada leg kedua play-off Liga Champions untuk mengejar defisit agregat 2-5.
Selanjutnya, mereka akan bertandang ke markas AS Roma di Stadion Olimpico akhir pekan depan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani