Jawa Pos Radar Madiun - Masa depan stadion Juventus sempat menjadi perbincangan hangat.
Setahun lalu, Facilities Management Director Juventus, Francesco Gianello, menyebut klub tidak berencana memperluas Allianz Stadium, melainkan mempertimbangkan opsi membangun stadion baru.
Hingga kini belum ada pengumuman resmi. Namun, Morten Bering, penggemar Juventus yang juga anggota the Danish Juventus Podcast memberikan analisa.
Dalam unggahan di platform X, Morten Bering menyebut beberapa faktor besar yang membuat ekspansi sulit dilakukan.
Kenapa Allianz Stadium Sulit Diperluas?
Stadion yang dibuka pada 2011 dengan biaya sekitar €160 juta itu memiliki empat pilar utama penyangga atap.
Struktur tersebut dinilai tidak cukup kuat untuk menopang tambahan “ring ketiga”.
Jika tetap dipaksakan, keempat pilar harus direkonstruksi total. Biaya renovasi diperkirakan hampir setara dengan membangun stadion baru dari nol.
Selain itu, proses renovasi dua tahun akan membuat Juventus harus pindah kandang sementara, yang berpotensi menghilangkan €130–150 juta pendapatan matchday.
Estimasi Biaya Stadion Baru
Dengan standar modern, keberlanjutan, digitalisasi, serta kenaikan harga material, stadion berkapasitas 60 ribu kursi saat ini diperkirakan menelan biaya €12.500–€15.000 per kursi.
Artinya, total investasi bisa mencapai €750–900 juta.
Juventus memang memiliki lahan sendiri, namun biaya pengembangan area sekitar seperti taman dan fasilitas pendukung juga perlu diperhitungkan.
Kapasitas 60 Ribu dan Opsi Atap Retractable
Stadion baru kemungkinan akan dibangun dengan tiga ring untuk menjaga sudut pandang optimal. Saat ini jarak maksimal penonton di Allianz Stadium hanya 90 meter dari lapangan.
Opsi atap retractable juga dipertimbangkan. Namun tambahan fitur ini bisa menambah biaya sekitar €200 juta, meski membuka peluang konser dan event indoor.
Tantangan Finansial dan Kompetisi
Musim lalu, Allianz Stadium mencatat okupansi 97 persen dengan harga tiket tertinggi di Italia.
Namun dengan rencana Inter Milan dan AC Milan memiliki stadion baru menjelang Euro 2032, potensi pendapatan keduanya diperkirakan meningkat drastis.
Juventus kini menghadapi dilema: bagaimana meningkatkan pendapatan tanpa membebani klub secara finansial dan tetap mematuhi aturan FFP.
Belum ada rencana resmi diumumkan oleh Bianconeri.
Namun spekulasi menyebut Juventus bisa mempresentasikan konsep stadion baru sebelum 2031, dengan target operasional sekitar 2036 atau bahkan lebih cepat. (cor)
Editor : Andi Chorniawan