Jawa Pos Radar Madiun - Federasi Voli Korea (KOVO) resmi merilis panduan sistem Free Agent (FA) untuk pemain kuota Asia musim 2026-2027.
Perubahan sistem ini menggantikan skema tryout dan draft yang selama ini berlaku, memungkinkan klub-klub untuk bernegosiasi langsung dengan pemain incaran kapan saja.
Yonhap Sebut Megawati Hangestri Jadi Rebutan
Fokus utama bursa transfer kali ini tertuju pada bintang asal Indonesia, Megawati Hangestri.
Pemain yang oleh media-media Korea dijuluki "Indonesian Express" ini menjadi komoditas paling panas setelah mencatatkan statistik mengerikan dalam dua musim terakhir.
Baca Juga: Tumbang dari Wang Zhi Yi di All England 2026, An Se Young Gagal Dekati Rekor Susi Susanti
Di musim 2023-2024, ia menempati peringkat 7 top skor liga voli Korea dengan perolehan 736 poin.
Lalu di musim 2024-2025, ia naik ke peringkat 3 daftar top skor V-League dengan mencatatkan 802 poin.
Tak hanya itu, pemain yang kini berseragam Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026 ini juga menempati peringkat 1 tingkat keberhasilan serangan (48,06 persen).
Klub lamanya, Red Sparks, serta tim-tim raksasa asal Seoul dilaporkan Yonhap tengah bersaing ketat untuk mendapatkan tanda tangannya.
Meski saat ini Megawati tengah fokus membela JPE di Proliga 2026, ketertarikan dari V-League tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.
Aturan Gaji dan Sanksi Ketat
Dalam panduan terbaru, KOVO menetapkan batasan gaji (salary cap) sebagai berikut:
| Kategori | Tahun Pertama | Tahun Kedua |
| Tim Putra | $120.000 | $150.000 |
| Tim Putri | $150.000 | $170.000 |
Baca Juga: Boyfriend on Demand, Drama Korea tentang Pacar Virtual yang Bikin Ketagihan
KOVO menegaskan akan menjatuhkan sanksi berat berupa diskualifikasi pemain dan pencabutan hak rekrutmen bagi klub yang terbukti melakukan kesepakatan bawah meja melebihi batasan.
Nasib Pemain Lain
Selain Megawati, perhatian juga tertuju pada pemain kawakan seperti Thanacha Sooksod (Korea Hi Pass) dan Haruyo Shimamura (AI Peppers) yang menunjukkan performa impresif musim ini.
Di sektor putra, nasib Ali Hagparast (Woori Card) menjadi sorotan utama, meski klub-klub putra cenderung menunggu hingga musim reguler berakhir sebelum memulai perburuan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani