Jawa Pos Radar Madiun - Rangkaian program DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 resmi berakhir pada Senin (9/3).
Melalui mekanisme voting digital yang ketat, terpilih 10 talenta basket muda berbakat, lima putra dan lima putri.
Mereka berhak mengamankan tiket menuju kamp pelatihan basket terbesar di Indonesia.
Ke-10 pemain ini akan bergabung dengan ratusan campers terbaik lainnya di Jakarta pada 27 April hingga 3 Mei 2026.
Misi mereka menembus skuad elit Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 demi mendapatkan kesempatan belajar dan bertanding di Amerika Serikat.
Baca Juga: Udinese vs Juventus, Ini 5 Statistik Menarik yang Membuat Si Nyonya Tua Dijagokan Menang
Daftar Pemenang DBL Play Road to DBL Camp 2026
Sektor Putra:
-
Harfelim Gio Pande Sinaga (SMA Santo Yosef Pangkal Pinang)
-
Mohammad Fahar Adhikara Bantilan (SMAN 8 Bandung)
-
Wilbet Naharto (SMA Nation Star Academy Surabaya)
-
Muhammad Bintang Novriansyah (SMAN 1 Banjarbaru)
-
Kobe Russell Tan (SMA Jubilee Jakarta)
Sektor Putri:
-
Carlene Orell Gunawan (UPH College Tangerang)
-
Princess Chevy Wong (Manado Independent School)
-
Kavindra Mahaputri Andira Usadha (SMA Regents School Bali)
-
Praisey Blessed (SMA BPK Penabur Cirebon)
-
Azfa Fazila Sidik (SMAN 3 Cibinong)
Membuka Akses dari Luar Kota DBL
Wakil Direktur DBL Indonesia, Donny Rahardian, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan panggung bagi talenta yang kotanya belum terjangkau kompetisi reguler DBL.
"Kami ingin memberikan kesempatan yang sama. Siapa pun memiliki peluang untuk bersaing dengan pemain terbaik dari seluruh Indonesia," tegasnya.
Salah satu bukti nyata adalah Harfelim Gio Pande Sinaga. Siswa SMA Santo Yosef Kota Pangkalpinang ini memuncaki voting putra dengan 20.531 suara.
Karena di kotanya belum ada kompetisi DBL, Gio aktif menggalang dukungan demi membuktikan kualitasnya sebagai pemain tim POPNAS Bangka Belitung.
Baca Juga: Pantang Kendur di Bulan Puasa, Megawati Hangestri Yakin JPE Pertahankan Mahkota Juara Proliga
Momen Kebangkitan Sang MVP
Di sektor putri, sorotan tertuju pada Praisey Blessed dari SMA BPK Penabur Cirebon.
Nama Praisey bukan orang baru di ekosistem DBL. Dia adalah peraih gelar MVP dan skuad All-Star 2024. Namun, cedera ACL pada 2025 memaksanya menepi selama sembilan bulan.
"Setelah pemulihan, Praisey kini siap kembali bersaing," tulis keterangan resmi DBL.
Selain Praisey, ada pula Azfa Fazila Sidik (SMAN 3 Cibinong), peraih MVP AZA 3X3 Competition 2025 yang mencoba peruntungan melalui jalur voting ini.
Meskipun lolos melalui jalur voting, DBL Indonesia tetap memberlakukan syarat administratif dan akademik yang ketat.
Seluruh peserta wajib memiliki nilai rapor yang memenuhi standar, tidak pernah tinggal kelas, dan menjaga disiplin di lapangan.
Nantinya, mereka akan digembleng langsung oleh pelatih top dari World Basketball Academy (WBA) Australia selama sepekan penuh di kamp.
Seluruh fasilitas akomodasi para pemenang jalur DBL Play ini akan ditanggung sepenuhnya oleh DBL Indonesia. (naz)
Editor : Mizan Ahsani