Jawa Pos Radar Madiun - Sebagai satu satunya kota di dunia berjuluk Kota Pahlawan, Surabaya memiliki banyak sekali artefak benda benda dan tempat bersejarah.
Benda dan tempat bersejarah itu umumnya dikemas dalam sebuah museum yang kini banyak ditampilkan dalam wajah kekinian dengan sentuhan teknologi yang modern.
Tanpa meninggalkan statusnya sebagai benda bersejarah yang vintage dan sarat nilai historis.
Berikut ini adalah 5 museum unik yang menjadi favorit bagi para pengunjung, terutama untuk mengabadikan foto yang instagramable.
1. Museum 10 November
Museum ini terletak di kompleks Monumen Tugu Pahlawan yang menjadi salah satu ikon Surabaya.
Bangunannya memiliki dua lantai dan berada di Jalan Pahlawan, Kelurahan Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.
Sebagai satu-satunya museum di Indonesia yang didedikasikan untuk mengenang peristiwa 10 November di Surabaya, tempat ini menawarkan berbagai atraksi menarik.
Di antaranya seperti patung perjuangan arek-arek Suroboyo, diorama berbagai peristiwa bersejarah, foto-foto dokumenter, dan rekaman suara pidato Bung Tomo dalam versi asli.
Museum ini buka pada Senin-Jumat dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dan Sabtu-Minggu dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.
2. Museum WR Soepratman
Terletak di area perkampungan di Jalan Mangga Nomor 21, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, museum ini dibangun oleh Pemkot Surabaya.
Dipersembahkan khusus untuk WR Soepratman, sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Museum ini dibangun dekat dengan makam WR Soepratman di Jalan Kenjeran Surabaya.
Museum ini awalnya adalah rumah kakak WR Soepratman yakni Rukiyem Supratijah, yang menjadi tempat tinggal Soepratman hingga tutup usia pada tahun 1936.
Supratman yang kelahiran Jatinegara, Jakarta, bersembunyi di rumah kakak perempuannya di Tambaksari, Surabaya, karena melarikan diri dari kejaran pemerintah Belanda.
Kala itu, ia diburu gegara menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Museum tempat sang komponis tutup usia ini, dibuka untuk pengunjung pada Selasa hingga Minggu mulai pukul 09.00-17.00 WIB dan tutup setiap hari Senin.
Di halaman depan bangunan museum, anda dapat menemukan patung sang komponis sedang memainkan biola kesayangannya.
3. Museum De Javasche Bank
Meskipun bukan cabang museum Bank Indonesia di Jakarta, pada tahun 2012, bangunan De Javasche Bank diakui sebagai bangunan cagar budaya yang dimiliki oleh Bank Indonesia.
Bangunan ini terletak di Jalan Garuda Nomor 1, Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Surabaya.
Museum De Javasche Bank buka pada Selasa hingga Minggu dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB dan tutup pada hari Senin.
De Javasche Bank menyimpan berbagai koleksi yang menarik, mulai dari uang kuno, peralatan perbankan tempo dulu, batangan emas, hingga arsip-arsip penting.
Namun, yang membuat museum ini istimewa adalah cara penyajian koleksi yang interaktif dan menarik.
Pengunjung tidak hanya bisa melihat, tetapi juga belajar tentang sejarah perbankan di Indonesia.
Dan yang menarik adalah keberadaan CCTV kuno berupa kaca kaca datar di sudut sudut ruangan di dalam bangunan berarsitektur Neo Renaissance ini.
Masuk ke De Javasche Bank ini gratis tanpa biaya dan hanya mengisi buku tamu.
Selain sebagai sarana edukasi, bangunan ini juga dapat digunakan untuk keperluan komersial seperti sesi foto prewedding dengan izin dari Bank Indonesia (BI) Surabaya.
4. Museum Kapal Selam
Monumen ini sebenarnya merupakan sebuah kapal selam sungguhan yang bernama KRI Pasopati.
Alutsista ini dibeli langsung oleh TNI AL dari Vladivostok, Uni Soviet, dan resmi dimiliki oleh Indonesia pada tahun 1962.
Pengoperasian kapal selam Pasopati berhenti pada tahun 1989.
Monumen yang dikenal dengan sebutan Monkasel ini terletak di Jalan Pemuda, di antara sungai Kalimas, Surabaya, dan Plaza Surabaya.
Di dalam museum ini, pengunjung akan menemukan replika kapal selam yang lengkap dengan berbagai ruang kontrol, kemudi, periskop, kompas, torpedo, dan fasilitas lainnya.
Selain mempelajari interior, pengunjung juga bisa mendapat pengetahuan cara kerja kapal selam, teknologi perkapalan, serta sejarah maritim Indonesia, terutama di Surabaya.
5. Museum HOS Tjokroaminoto
Museum HOS Tjokroaminoto, sebelumnya merupakan kediaman dari pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto dan keluarganya.
HOS Tjokroaminoto, seorang guru bangsa, seringkali menjadi tempat belajar dan diskusi bagi banyak tokoh terkemuka yang mengunjungi rumahnya.
Lokasi museum ini berada di Jalan Penelah Gang VII Surabaya, Kelurahan Penelah, Kecamatan Genteng.
Pada tanggal 27 November 2017, Museum HOS Tjokroaminoto diresmikan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, sebagai salah satu destinasi wisata bersejarah.
Meskipun tidak berbeda jauh dari museum-museum lain di Surabaya, jam operasional Museum HOS Tjokroaminoto adalah setiap hari Selasa hingga Minggu.
Tutup hanya di hari Senin. Museum ini buka dari pukul 08:00 pagi hingga pukul 15.00 sore. (*)
Editor : Mizan Ahsani