Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah deretan oleh-oleh khas Magetan yang kian beragam, satu camilan tradisional ini mulai banyak diburu wisatawan karena keunikan dan kelezatannya.
Namanya Jerangking—makanan ringan berbahan dasar beras ketan dan kelapa parut yang diproses tanpa minyak, namun tetap gurih dan renyah.
Berbeda dari kerupuk atau camilan lain yang digoreng, Jerangking diolah dengan cara dipanggang di atas bara arang, sehingga tidak mengandung minyak maupun kolesterol.
Proses ini membuatnya jadi alternatif camilan sehat dari kearifan lokal yang mulai banyak diminati.
Proses Tradisional Tanpa Minyak
Jerangking dibuat dari campuran beras ketan, kelapa parut, tepung tapioka, dan garam, kemudian dipotong tipis berbentuk persegi dan dijemur hingga kering.
Setelah itu, camilan ini dipanggang hingga kecoklatan. Saat matang, teksturnya renyah dengan aroma khas kelapa bakar yang menggoda.
“Rasanya gurih, renyahnya beda dari kerupuk biasa. Saya suka karena tidak berminyak,” ujar Siti, warga Caruban yang rutin membeli Jerangking saat berkunjung ke Magetan.
Cocok Jadi Teman Minum Teh atau Oleh-Oleh
Selain sehat, Jerangking juga cocok disantap sebagai teman minum teh manis panas atau kopi di sore hari.
Camilan ini kini makin banyak dijual di pusat oleh-oleh tradisional Magetan, terutama menjelang musim liburan atau momen mudik.
Bagi pelancong yang ingin membawa pulang sesuatu yang khas dari Magetan namun tetap sehat, Jerangking bisa menjadi pilihan unik dan penuh nilai budaya. (aji/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira