Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah geliat urbanisasi, keberadaan ruang terbuka publik semakin vital bagi masyarakat.
Kota Madiun menjawab kebutuhan itu dengan menghadirkan Taman Gulun sebagai salah satu ikon baru rekreasi yang memadukan olahraga, wisata kuliner, dan ruang sosial dalam satu kawasan.
Berada di jantung kota, Taman Gulun menawarkan atmosfer sejuk dan lapang yang ideal bagi siapa saja yang ingin menjaga kebugaran.
Di pagi dan sore hari, lapangan ini ramai oleh warga yang jogging, bersepeda, atau mengikuti senam bersama.
Lapangan sepak bola yang berada di pusat taman juga kerap digunakan untuk pertandingan lokal maupun latihan komunitas.
Namun, daya tarik Taman Gulun tidak berhenti pada aktivitas fisik. Saat malam tiba, suasana taman berubah menjadi pusat wisata kuliner yang menggoda.
Berbagai gerai makanan berjejer di sisi-sisi lapangan, menghadirkan pilihan kuliner dari yang tradisional hingga kekinian.
Salah satu menu yang paling diburu pengunjung adalah Sarapan Ala Bule.
Hidangan ini cukup unik, terdiri dari kentang rebus dan sayuran segar, disajikan sederhana namun menyehatkan, mengingatkan pada gaya hidup sehat ala Eropa.
Menu ini menjadi favorit di pagi hari, terutama bagi mereka yang ingin memulai aktivitas dengan cara berbeda.
Tak kalah menggoda, ragam kuliner khas Jawa Timur juga melengkapi deretan jajanan di Taman Gulun.
Mulai dari nasi pecel, soto, hingga jajanan pasar seperti cenil dan lupis, semuanya tersedia dengan harga terjangkau.
Kombinasi antara kuliner lokal dan menu modern menjadikan tempat ini digemari oleh berbagai kalangan usia.
Taman Gulun juga ramah bagi keluarga. Di sisi timur taman, tersedia area bermain anak lengkap dengan wahana aman dan menyenangkan.
Anak-anak bebas berlarian, sementara orang tua bisa menikmati makanan atau sekadar duduk santai menikmati suasana kota.
Dengan konsep ruang terbuka hijau yang multifungsi, Taman Gulun kini berkembang menjadi pusat interaksi warga Kota Madiun.
Tempat ini tak hanya menjadi lokasi berolahraga, tetapi juga ruang berkumpul yang mempererat hubungan sosial antarwarga, sembari menikmati kuliner khas yang tak lekang oleh waktu. (gas/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira