Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Menikmati Sarangan di Malam Hari, Ini Sederet Momen Tak Terlupakan yang Bisa Didapat, dari Dingin sampai Romantis

Deni Kurniawan • Jumat, 5 September 2025 | 06:13 WIB
Pemandangan malam hari di Telaga Sarangan, Magetan, pada 4 September 2025, pukul 23.00 WIB.
Pemandangan malam hari di Telaga Sarangan, Magetan, pada 4 September 2025, pukul 23.00 WIB.

Jawa Pos Radar Madiun - Destinasi di kaki Gunung Lawu ini menyajikan pesona yang berbeda di malam hari. Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memang dikenal sebagai wisata unggulan. Namun, menjajal keindahannya di malam hari menghadirkan sensasi yang luar biasa.

Saat siang, danau alam ini dipenuhi wisatawan dengan aktivitas naik perahu atau berkuda. Namun begitu matahari tenggelam, Sarangan menjelma menjadi tempat yang tenang, dingin, sekaligus penuh pesona.

Menyambangi Sarangan di malam hari biasa dilakukan pengunjung luar daerah. Terutama di momen weekend alias libur panjang.

Erik Ermawan, seorang pedagang sate di tepi Telaga Sarangan, mengatakan bahwa banyak wisatawan sengaja datang malam-malam.

''Pengunjungnya lumayan ini, tidak ramai tapi juga tidak sepi,'' kata Erik kepada Jawa Pos Radar Madiun, Jumat (4/9/2025) pukul 23.00 WIB.

''Banyak yang datang dari Tulungagung, Sragen, Madiun, Bojonegoro, dan daerah lain,'' lanjut Erik.

Beragam pengalaman dan momen spesial yang tak akan terlupakan tersaji di Sarangan saat malam hari. Berikut beberapa di antaranya:

Udara nan Dingin Menyapa

Hal pertama yang langsung terasa ketika berada di Sarangan malam hari adalah udara dingin yang menusuk kulit. Suhu bisa turun drastis hingga di bawah 18 derajat.

Meski begitu, nuansa sejuk ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi, bagi wisatawan yang datang dari kota besar yang akrab dengan hawa panas. Hal inilah yang membuat banyak pengunjung betah berlama-lama duduk di tepi telaga.

Kuliner Hangat yang Menggoda

Tak lengkap rasanya menikmati Sarangan tanpa mencoba kuliner khas malam hari.

Jagung bakar, wedang ronde, sate kelinci, hingga nasi pecel pincuk jadi pilihan favorit wisatawan.

Kehangatan makanan dan minuman tradisional terasa begitu pas dinikmati sambil melihat pantulan lampu di permukaan air telaga.

Suasana Romantis dengan Cahaya Lampu

Bagi pasangan, malam hari di Sarangan bisa menjadi momen romantis yang tak terlupakan. Lampu-lampu warung makan dan penginapan di sekitar telaga menciptakan bayangan indah di atas air. Jalan tepian danau yang remang dengan udara dingin membuat setiap langkah terasa hangat oleh kebersamaan.

Kesempatan Berfoto Unik

Sarangan malam hari juga cocok untuk berburu foto. Dengan latar cahaya lampu kota Magetan di kejauhan, kabut tipis yang mulai turun, hingga siluet perahu di telaga, semuanya menghasilkan potret dramatis. Banyak wisatawan sengaja menunggu malam demi mendapatkan gambar ikonik ini.

Ketenangan yang Tidak Didapat di Siang Hari

Jika siang hari Sarangan dipenuhi riuh wisatawan, maka malam memberi kesempatan untuk merasakan sisi lainnya, yaity keheningan.

Hanya terdengar suara serangga malam dan semilir angin. Inilah momen reflektif bagi siapa saja yang ingin menenangkan pikiran. (den)

Editor : Deni Kurniawan
#jatim #magetan #wisata #sarangan #kuliner #malam #gunung lawu #telaga sarangan