Jawa Pos Radar Madiun - Naik gunung selalu punya daya tarik tersendiri: udara segar, pemandangan indah, dan suasana healing yang nggak tergantikan. Tapi banyak pendaki setuju, tantangan sebenarnya bukan di jalur menanjak, melainkan di beban tas yang rasanya seperti bawa kulkas dua pintu.
Nah, di kalangan pendaki kekinian, ada tren baru yang makin populer — ultralight hiking. Bukan gaya malas-malasan, tapi cara mendaki yang lebih efisien, cerdas, dan tetap aman.
Apa Itu Ultralight Hiking?
Ultralight hiking adalah konsep mendaki dengan membawa perlengkapan seefisien mungkin, biasanya total beban di bawah 7–10 kilogram untuk pendakian lebih dari satu hari. Fokusnya bukan “bawa sedikit asal gaya”, tapi bawa yang penting, bukan yang bikin berat di pundak.
Jadi jangan salah paham — ini bukan mendaki tanpa persiapan, tapi mendaki dengan strategi.
Kenapa Banyak Pendaki Pindah ke Gaya Ultralight?
Nggak Cepat Capek: Beban lebih ringan bikin napas lebih santai, langkah lebih jauh, dan lutut nggak cepat menyerah.
Lebih Menikmati Perjalanan: Kamu bisa fokus menikmati pemandangan, bukan cuma mikirin kapan bisa istirahat.
Lebih Aman untuk Tubuh: Posisi tubuh lebih tegap, risiko cedera punggung atau lutut jauh berkurang.
Hemat Energi: Dengan peralatan minimal, stamina lebih terjaga dari awal sampai puncak.
Mindset Utama: “Bawa yang Penting, Bukan yang Bikin Tenang”
Pendaki pemula sering berpikir: “Daripada repot nanti, mending bawa semua.” Padahal, konsep ultralight justru sebaliknya — bawa yang multifungsi dan benar-benar dipakai.
Contohnya: Botol air ultralight, bukan botol kaca hanya buat gaya. Sleeping bag compact, bukan yang ukurannya kayak karung beras. Kompor mini, bukan satu set dapur traveling.
Gear Dasar untuk Mulai Ultralight Hiking
Mulailah dari perlengkapan utama berikut:
Tas carrier ultralight 30–40 liter
Sleeping bag & mat compact
Kompor dan cookware mini
Headlamp kecil tapi terang
Botol air ultralight + filter
Jaket windproof dan raincoat ringan
Nggak harus langsung beli semua perlengkapan baru. Coba dulu beberapa item dan pelajari kebutuhan pribadi kamu.
Ultralight Bukan Berarti Nekat
Ingat, ringan bukan berarti nekat.
Jangan karena pengin gaya ultralight, kamu malah nggak bawa jaket gunung atau jas hujan. Tujuan utama mendaki tetap sama: selamat dan nyaman.
Jadi, pastikan item penting tetap dibawa:
Jaket hangat
Rain gear
Kotak P3K
Alat survival dasar
Siap Coba Gaya Ultralight di Pendakian Berikutnya?
Kalau kamu tipe pendaki yang ingin menikmati gunung tanpa drama pundak pegal dan betis menjerit, ultralight hiking bisa jadi solusi.
Awalnya mungkin butuh adaptasi, tapi begitu mencoba — dijamin ketagihan.
Pendakian seharusnya menyenangkan, bukan menyiksa. Jadi di perjalanan berikutnya, biar tas makin ringan dan semangat mendaki makin tinggi. (den)
Editor : Deni Kurniawan