Jawa Pos Radar Madiun - Menjelang liburan sekolah akhir tahun yang akan berlangsung mulai 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan sejumlah instansi terkait mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan persiapan sejak dini.
Masa libur panjang ini diperkirakan akan meningkatkan mobilitas keluarga, kegiatan rekreasi, serta interaksi sosial antarsiswa dan masyarakat.
Berikut rangkuman hal-hal yang disarankan untuk dilakukan dalam menyambut liburan sekolah akhir tahun, berdasarkan imbauan resmi dan pengamatan para pendidik serta pemerhati anak dan keluarga.
1. Menyelesaikan Administrasi dan Agenda Sekolah
Sebelum memasuki masa liburan, siswa dan orang tua diminta untuk:
Mengambil rapor tepat waktu.
Menyelesaikan pengumpulan tugas atau portofolio.
Mengikuti pertemuan kelas, baik secara langsung maupun daring.
Menerima informasi mengenai agenda semester berikutnya, termasuk daftar perlengkapan dan rencana belajar.
Dinas Pendidikan menekankan pentingnya koordinasi orang tua–sekolah agar tidak ada informasi akademik yang terlewat.
2. Menyusun Agenda Liburan Bersama Keluarga
Orang tua disarankan menyusun rencana kegiatan agar waktu liburan lebih terarah.
Agenda dapat meliputi:
Waktu untuk rekreasi keluarga
Kunjungan edukatif
Jadwal istirahat siswa
Kegiatan positif di rumah
Perencanaan yang baik dapat menghindari aktivitas yang terburu-buru serta memaksimalkan momen kebersamaan.
3. Menyiapkan Perlengkapan Jika Berencana Bepergian
Bagi keluarga yang akan melakukan perjalanan liburan, beberapa persiapan penting antara lain:
Pemesanan tiket dan akomodasi lebih awal
Pemeriksaan kondisi kendaraan
Menyiapkan dokumen penting (KTP, kartu keluarga, identitas siswa)
Membawa obat-obatan pribadi dan perlengkapan darurat
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat mengecek rute perjalanan untuk menghindari kepadatan arus mudik liburan.
4. Menjaga Keamanan Rumah Selama Ditinggal
Bagi keluarga yang berlibur ke luar kota, langkah-langkah pengamanan rumah harus diperhatikan, seperti:
Memastikan pintu dan jendela terkunci
Menginformasikan kepada tetangga atau RT setempat
Mematikan aliran listrik yang tidak diperlukan
Tidak memberi tahu keberangkatan secara berlebihan di media sosial
Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko tindak kriminal selama rumah kosong.
5. Menyiapkan Kegiatan Edukatif untuk Siswa
Liburan tidak selalu berarti berhenti belajar. Para ahli pendidikan menganjurkan kegiatan yang tetap merangsang kreativitas dan pengetahuan siswa, seperti:
Membaca buku
Mengikuti workshop seni
Eksperimen sains sederhana di rumah
Program literasi atau tantangan membaca
Kegiatan ini membantu menjaga konsistensi minat belajar tanpa memberikan beban akademik tambahan.
6. Mengatur Waktu untuk Istirahat dan Interaksi Sosial
Masa liburan juga menjadi momen tepat untuk:
Memperbaiki pola tidur siswa
Mengurangi penggunaan gawai secara berlebihan
Mendorong interaksi sosial dengan keluarga dan teman sebaya
Melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga atau bermain di luar rumah
Psikolog anak mengingatkan pentingnya keseimbangan antara relaksasi dan aktivitas selama liburan.
7. Menjaga Kesehatan Selama Liburan
Untuk mencegah gangguan kesehatan selama masa libur, orang tua dianjurkan:
Menjaga pola makan sehat
Menghindari jajan sembarangan
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
Menghadiri vaksinasi atau pemeriksaan kesehatan jika diperlukan
Kebiasaan sehat yang dibangun saat liburan akan membantu siswa lebih siap menghadapi semester baru.
Liburan sekolah akhir tahun bukan hanya waktu istirahat, tetapi juga momen untuk meningkatkan kualitas kebersamaan keluarga, kreativitas siswa, serta persiapan menghadapi semester berikutnya.
Dengan perencanaan yang tepat, liburan dapat berjalan aman, nyaman, dan penuh manfaat.
Editor : Nur Wachid