Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tradisi Magelang yang Tak Lekang Zaman: Upacara Adat dan Kesenian yang Jadi Daya Tarik Wisata

Dewanti Septianingrum • Jumat, 21 November 2025 | 01:24 WIB

 

Sedekah Bumi Punthuk Setumbu tradisi Magelang.
Sedekah Bumi Punthuk Setumbu tradisi Magelang.

Jawa Pos Radar Madiun - Magelang memiliki kekayaan budaya yang masih dijaga secara turun-temurun.

Beragam tradisi, upacara adat, hingga kesenian rakyat tetap dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, rasa syukur, dan pelestarian nilai kebersamaan.

Keunikan budaya ini menjadi magnet bagi wisatawan sekaligus identitas kuat masyarakat Magelang.

Grebeg Gethuk merupakan salah satu festival budaya terbesar di Magelang.

Acara ini digelar untuk memperingati hari jadi kota, ditandai dengan arak-arakan gunungan gethuk berukuran raksasa yang dibanjiri pengunjung setiap tahun.

Tradisi ini melambangkan kemakmuran serta rasa syukur masyarakat.

2. Sedekah Bumi Punthuk Setumbu – Ritual Syukur di Puncak Perbukitan

Berlangsung di Desa Karangrejo, Sedekah Bumi Punthuk Setumbu berisi doa bersama dan pembagian hasil bumi.

Tradisi ini mencerminkan hubungan harmonis masyarakat dengan alam serta penghormatan pada tanah yang memberi kehidupan.

3. Tradisi Saparan – Momen Penyucian Diri Masyarakat Ngablak

Tradisi Saparan menjadi agenda tahunan yang sarat makna spiritual. Upacara ini mencakup doa bersama, selamatan, dan berbagai kegiatan kebudayaan.

Saparan diyakini sebagai simbol pembersihan diri sekaligus mempererat persaudaraan warga.

4. Ruwat Rawat Menoreh – Menghormati Alam Lewat Gunungan Pangan

Kegiatan Ruwat Rawat Menoreh menghadirkan arak-arakan gunungan yang berisi hasil bumi lokal.

Ritual ini menjadi wujud penghormatan masyarakat terhadap alam Menoreh serta permohonan keselamatan sepanjang tahun.

5. Bakti Tirta Bumi – Pelestarian Sungai Lewat Tebar Benih Ikan

Dilaksanakan di Sungai Sileng kawasan Borobudur, Bakti Tirta Bumi merupakan aksi budaya yang berfokus pada kelestarian lingkungan.

Masyarakat menebarkan benih ikan sebagai simbol menjaga ekosistem air agar tetap lestari.

Kesenian Tradisional Magelang yang Masih Eksis

1. Tari Soreng – Gerakan Dinamis dengan Kostum Pahlawan

Tari Soreng menjadi ikon kesenian Magelang dengan gerak tari energik dan kostum prajurit yang mencolok.

Tarian ini sering ditampilkan dalam festival, hajatan adat, hingga penyambutan tamu penting.

2. Topeng Ireng – Kesenian Berwarna-Warni yang Memukau

Disebut juga Tari Dayakan, Topeng Ireng menampilkan penari dengan kostum mencolok dan koreografi yang penuh energi.

Kesenian ini memberikan hiburan meriah dalam berbagai perayaan kampung dan acara budaya.

3. Jathilan atau Tari Kuda Lumping – Kesenian Mistis Berusia Ratusan Tahun

Kesenian Jathilan menggambarkan ketangguhan prajurit dengan penari yang menunggangi kuda anyaman bambu.

Pertunjukan ini selalu menarik perhatian berkat iringan musik tradisional dan atraksi penarinya.

4. Kubro Siswo – Perpaduan Seni, Gerak, dan Nuansa Keagamaan

Kubro Siswo adalah kesenian yang sangat populer di Magelang. Penampilan massal, kostum khas, dan gerakan ritmis menjadikannya atraksi budaya yang selalu dinantikan masyarakat pada acara keagamaan atau syukuran.

5. Wayang Kulit – Warisan Leluhur yang Tetap Dicintai

Pertunjukan Wayang Kulit masih menjadi hiburan tradisional di Magelang untuk berbagai acara keluarga maupun budaya.

Selain menghibur, wayang juga menyampaikan pesan moral, nasihat hidup, dan cerita klasik warisan Jawa. (cor)

 

Editor : Andi Chorniawan
#Punthuk Setumbu #topeng ireng #tradisi #magelang #kesenian