Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

4 Tempat Wisata Bersejarah di Madiun yang Lagi Viral 2026, Dari Peninggalan Majapahit hingga Jejak Kelam PKI!

Sukma Maharani Putri • Jumat, 5 Juni 2026 | 13:15 WIB
Monumen Kresek, tempat wisata bersejarah di Madiun. (JAWA POS RADAR MADIUN)
Monumen Kresek, tempat wisata bersejarah di Madiun. (JAWA POS RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun- Madiun bukan hanya dikenal sebagai kota industri perkeretaapian terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga menyimpan banyak situs sejarah penting yang menjadi saksi perjalanan panjang bangsa Indonesia dan pupuler dikenal sebagai tempat wisata bersejarah di Madiun. 

Mulai dari peninggalan Kerajaan Majapahit, jejak penyebaran Islam, hingga peristiwa kelam pemberontakan PKI tahun 1948, semuanya masih bisa ditemukan di berbagai sudut Madiun hingga sekarang.

Buat kamu yang suka wisata edukasi, sejarah, atau budaya, berikut rekomendasi tempat wisata bersejarah di Madiun yang wajib dikunjungi saat liburan.

Baca Juga: 5 Air Terjun Tersembunyi di Madiun yang Lagi Viral 2026, Adem Banget Buat Healing dan Liburan Murah!

1. Candi Wonorejo, Peninggalan Majapahit yang Ditemukan Lewat Mimpi

Candi Wonorejo menjadi salah satu situs sejarah paling unik di Madiun karena kisah penemuannya yang menarik perhatian banyak orang.

Terletak di Dusun Santan, Desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan, candi ini dipercaya berasal dari masa Kerajaan Majapahit dan dulunya digunakan sebagai tempat pemujaan Hindu.

Awalnya situs ini dikenal sebagai Lingga Yoni sebelum akhirnya dinamai Candi Wonorejo.

Yang membuat tempat ini terkenal adalah cerita tentang Sukarto Simun, seorang tetua desa yang mengaku menemukan lokasi candi setelah mendapat petunjuk lewat mimpi pada tahun 1989.

Kini Candi Wonorejo menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang ramai dikunjungi wisatawan maupun pelajar untuk belajar tentang peninggalan Hindu-Buddha di Madiun.

2. Situs Nglambangan, Jejak Kerajaan Majapahit yang Masih Sakral

Situs Nglambangan berada di Desa Nglambangan, Kecamatan Wungu dan dikenal sebagai salah satu peninggalan sejarah kuno yang masih terjaga hingga sekarang.

Di kawasan ini terdapat berbagai struktur bersejarah seperti punden, lumbung padi kuno, hingga Pura Lambangsari yang memiliki nuansa budaya Jawa sangat kuat.

Tak hanya menjadi tempat wisata sejarah, Situs Nglambangan juga sering digunakan untuk kegiatan budaya, ritual adat, dan tradisi kejawen masyarakat setempat.

Baca Juga: Hasil Putri KW di Indonesia Open 2026 Perempat Final: Lagi-Lagi Gagal Jinakkan Chen Yu Fei

Suasana sakral dan penuh aura sejarah membuat tempat ini cocok untuk wisata edukasi maupun eksplorasi budaya Jawa kuno.

Banyak pengunjung datang untuk merasakan atmosfer khas peninggalan Majapahit yang masih terasa hingga kini.

3. Monumen Kresek, Saksi Bisu Kekejaman PKI Tahun 1948

Monumen Kresek menjadi salah satu tempat bersejarah paling penting di Madiun karena berkaitan langsung dengan tragedi pemberontakan PKI tahun 1948.

Terletak di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, monumen ini dibangun untuk mengenang para korban pembantaian yang terjadi saat peristiwa Madiun 1948.

Di kawasan monumen terdapat berbagai diorama yang menggambarkan kekejaman PKI, nama-nama korban, hingga sumur bekas lokasi pembantaian warga dan prajurit.

Monumen seluas sekitar dua hektar ini mulai dibangun pada tahun 1987 dan selesai pada tahun 1991.

Selain menjadi tempat wisata sejarah, Monumen Kresek juga berfungsi sebagai pengingat penting tentang nilai persatuan, kemanusiaan, dan pentingnya menjaga ideologi Pancasila.

Banyak pelajar dan wisatawan datang ke tempat ini untuk mempelajari salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah Indonesia.

Baca Juga: 7 Tempat Wisata Sejuk di Tengah Kota Madiun, Gratis dan Instagramable!

4. Masjid Kuno Donopuro, Jejak Penyebaran Islam di Madiun

Masjid Kuno Donopuro atau yang juga dikenal sebagai Masjid Taman merupakan salah satu situs religi bersejarah di Madiun.

Masjid ini dibangun pada tahun 1754 oleh Kyai Ageng Misbach atau Kiai Donopuro dan menjadi pusat penyebaran Islam di wilayah Karesidenan Madiun pada masa lalu.

Berlokasi di Kelurahan Taman, masjid ini masih mempertahankan arsitektur tradisional khas Jawa kuno yang membuat suasananya terasa sangat religius dan bersejarah.

Di area kompleks masjid juga terdapat makam para tokoh agama dan ulama yang berjasa dalam perkembangan Islam di Madiun.

Karena nilai sejarahnya yang tinggi, Masjid Donopuro resmi ditetapkan sebagai situs cagar budaya sejak tahun 1981.

Tempat ini cocok dikunjungi untuk wisata religi sekaligus belajar sejarah perkembangan Islam di Jawa Timur.

Kenapa Wisata Sejarah di Madiun Wajib Dikunjungi?

Wisata sejarah bukan hanya soal melihat bangunan tua, tetapi juga memahami perjalanan bangsa dan budaya yang pernah berkembang di Indonesia.

Dengan mengunjungi situs-situs bersejarah di Madiun, wisatawan bisa belajar tentang kejayaan Majapahit, penyebaran Islam, hingga tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi di masa lalu.

Selain menambah wawasan, wisata sejarah juga menjadi cara untuk menghargai perjuangan dan warisan budaya bangsa.

Baca Juga: Dusan Vlahovic Pergi, Juventus Langsung Hemat 42 Juta Euro untuk Musim 2026/27

Madiun ternyata memiliki banyak tempat wisata bersejarah yang menyimpan cerita besar tentang perjalanan Indonesia. Mulai dari Candi Wonorejo peninggalan Majapahit, Situs Nglambangan yang penuh nuansa budaya Jawa, Monumen Kresek yang menyimpan sejarah kelam PKI 1948, hingga Masjid Kuno Donopuro yang menjadi pusat syiar Islam.

Kalau kamu berkunjung ke Madiun, jangan cuma menikmati kuliner atau pusat kotanya saja. Luangkan waktu untuk menjelajahi jejak sejarahnya yang kaya dan penuh makna.

Editor : Nur Wachid
#Tempat Wisata Bersejarah di Madiun #Situs Nglambangan #Masjid Kuno Donopuro #Monumen Kresek #Candi Wonorejo