Jawa Pos Radar Madiun - Ada satu destinasi wisata di Jawa Timur yang sering bikin pengunjungnya terpukau sejak pertama kali melihatnya.
Dikutip dari Traveloka, Kebun Teh Jamus terletak di sisi utara lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berjarak sekitar 45 km dari pusat Kota Ngawi.
Warisan Perkebunan Belanda yang Sudah Seabad Lebih
Dikutip dari Travelspromo, kebun teh seluas 478 hektar ini sudah lestari lebih dari seratus tahun.
Kawasan ini dulunya milik pengusaha Belanda bernama Van Rappard, sebelum akhirnya dikelola oleh PT. Candi Loka hingga sekarang.
Agrowisata Jamus mulai terkonsep sejak 1993 dan pernah meraih penghargaan Kalpataru pada 2004.
Baca Juga: Healing Murah Meriah di Madiun, Hutan Pinus Nongko Ijo Cuma Rp 10 Ribu
Kenapa Disebut "Borobudur Hills"?
Dikutip dari Traveloka, kontur perkebunan yang berundak-undak menjadikan tempat ini kerap dijuluki wisatawan sebagai "Borobudur Hills."
Julukan itu muncul karena bentuk berundaknya mirip dengan struktur Candi Borobudur jika dilihat dari atas.
Udara yang sejuk di ketinggian 800–1.200 mdpl pun semakin melengkapi pengalaman berkunjung di sini.
Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan
Dikutip dari Yawisata, ada banyak hal yang bisa dinikmati selama di Kebun Teh Jamus, antara lain:
- Berjalan-jalan di Tangga Langit dengan latar kebun teh luas dan hijau
- Berenang di Kolam Renang Sumber Lanang yang memanfaatkan mata air alami
- Glamping dengan tarif mulai Rp 250.000/malam (weekday) dan Rp 350.000/malam (weekend)
- Menikmati produk UMKM dan teh lokal segar di cafe dalam kawasan
- Berburu foto di berbagai spot instagramable
Baca Juga: Viral Sepanjang 2026, Ini Makna Mendalam di Balik Lagu Risk it All Bruno Mars
Tiket Masuk dan Jam Buka
Berikut informasi terkini dari akun Instagram resmi @agrowisata.jamus:
- HTM: Rp 10.000 per orang
- Jam buka: 07.30 – 17.00 WIB (setiap hari)
- Reservasi: 0812-2553-2354 (WhatsApp, chat only)
- Lokasi: Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
Catatan: Tarif dapat berubah sewaktu-waktu. Konfirmasi ke pengelola sebelum berkunjung. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun