Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lakon Wayang Supala Gugat 1: Berkali Ulang Ingatkan Sang Ayah

K
Penulis: Ki Damar❯
Ilustrasi lakon wayang Supala Gugat.
Ilustrasi lakon wayang Supala Gugat.

Lakon wayang Supala Gugat oleh Ki Damar*


Advertisement

SUPALA Gugat adalah salah satu lakon epik dalam dunia pewayangan yang mengisahkan kekacauan politik pasca wafatnya Prabu Jarasanda.

Bagian pertama lakon ini menghadirkan konflik batin Jayatsena -putra Jarasanda— dan peran penting Kresna dalam menentukan masa depan Negeri Magada.

Setelah Jarasanda Gugur, Magada Berguncang

Advertisement

Kerajaan Magada baru saja mengalami peristiwa besar.

Prabu Jarasanda terbunuh oleh Bima, setelah sebelumnya raja-raja yang dipenjarakan untuk dijadikan tumbal Batara Kala dibebaskan.

Dua sekutu Jarasanda, Hamsa dan Dimbaka, juga telah gugur di tangan Prabu Baladewa.

Advertisement

Kini, satu-satunya sekutu yang tersisa hanyalah Prabu Supala dari Cedipura.

Di tengah situasi itu, Jayatsena —putra Jarasanda— tenggelam dalam duka akibat kematian ayahnya.

Kresna Menegur: “Jangan Ulangi Kesalahan Ayahmu”.

Prabu Kresna, raja Dwarawati, mendekati Jayatsena dengan sebuah nasihat yang menggugah.

“Apakah kau juga akan melakukan kesalahan seperti ayahmu, Jayatsena?” tanya Kresna.

“Ayahmu arogan, dzalim, dan senang membunuh untuk dipersembahkan kepada Batara Kala.” 

Jayatsena menatap Kresna dengan mantap. Ia bukan lagi bocah yang bisa ditekan oleh kekuasaan ayahnya.

“Aku bukan bodoh, Sang Prabu. Ketika ayahku memerintah, aku berkali ulang mengingatkannya agar menjadi raja yang welas asih dan bijaksana. Namun aku selalu diusir.”

Jawaban itu membuat Kresna tersenyum. Ia menemukan secercah harapan bagi masa depan Magada.

Jayatsena, Harapan Baru Bagi Negeri Magada

Melihat tekad dan kedewasaan Jayatsena, Kresna berkata:

“Magada adalah negeri besar dengan sejarah panjang. Ia membutuhkan pemimpin muda yang bijak. Bila kelak Magada menobatkanmu sebagai raja, undanglah aku dan para Pandawa. Kami akan mendukungmu.”

Ucapan Kresna bukan sekadar janji, melainkan restu politik yang menentukan arah masa depan negeri itu. (*/den)

*Penulis lakon wayang Supala Gugat alumnus ISI Surakarta

Advertisement
Editor : Deni Kurniawan
Sumber : Radar Madiun

Artikel Terkait

Lakon Wayang Bale Gala-Gala Bagian 3 Habis: Pandawa Bangkit dari Abu, Takdir Tak Bisa Dibakar

Lakon Wayang Bale Gala-Gala Bagian 3 Habis: Pandawa Bangkit dari Abu, Takdir Tak Bisa Dibakar

Cerpen lakon wayang Bale Gala-Gala mengisahkan keselamatan Pandawa dari jebakan maut Sengkuni dan Kurawa. Meski Bale Gala-Gala telah menjadi abu, kebenaran dan takdir tak pernah bisa dibakar.

Lakon Wayang Bale Gala-Gala Bagian 2: Garangan Putih Penyelamat Pandawa dari Kobaran Api

Lakon Wayang Bale Gala-Gala Bagian 2: Garangan Putih Penyelamat Pandawa dari Kobaran Api

Cerpen lakon wayang Bale Gala-Gala mengisahkan pengkhianatan Sengkuni dan Kurawa yang membakar Pandawa hidup-hidup. Namun, pertolongan Garangan Putih mengubah jebakan maut menjadi jalan keselamatan.

Lakon Wayang Bale Gala-Gala Bagian 1: Api di Waranawata

Lakon Wayang Bale Gala-Gala Bagian 1: Api di Waranawata

Cerpen lakon wayang Bale Gala-Gala mengisahkan siasat licik Sengkuni dan Kurawa untuk menyingkirkan Pandawa melalui sebuah jebakan maut berkedok tempat bertirakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer