Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Anoman Duta (4) - Siasat Sang Kera

Mizan Ahsani • Senin, 25 Maret 2024 | 04:10 WIB
Ilustrasi cerpen lakon wayang Anoman Duta (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Anoman Duta (RADAR MADIUN)

Oleh: Ki Damar*

PERJALANAN menuju Alengka sangatlah sulit. Anoman memantapkan niat. Demi kejayaan Pancawati, dia harus kuat dan berhasil.

Dengan terbang mengarungi samudra yang sangat luas, Anoman kadang tersenyum karena mendapat amanah dari Prabu Rama Wijaya.

Tapi perlu diingat bahwa Alengka adalah negara yang sangat kuat dan penuh dengan jebakan. Keamanan negara itu sangatlah ketat.

Siang itu, seorang panglima perang bernama Wil Kataksini sedang berada di laut.

Dia merasa melihat sesuatu yang janggal. Dikira awan, namun terbang dengan cepat.

Lalu dengan kekuatannya, ia menyedotnya dengan mulutnya hingga membuat Anoman masuk ke dalam perut Kataksini.

Dengan tanggap Anoman menyobek perut Kataksini dengan kuku pancanaka. Ia akhirnya berhasil lepas. Anoman langsung berusaha menerobos masuk istana Alengka.

Di bawah pohon ringin, Anoman melihat sosok putri yang sangat cantik. Ia menghampiri putri itu.

Benar saja, ia adalah Shinta.

Anoman langsung memberikan cincin Prabu Rama ke Dewi Shinta.

Dewi Shinta rupanya tahu. Ia kemudian memberikan kancing gelung cundamanik agar diberikan kepada Prabu Rama sebagai tanda bahwa Anoman sudah bertemu Shinta.

Usai Wil Kataksini mati, Indrajit berkeliling dan menemukan bahwa ada kera putih masuk ke kedaton.

Keributan ini berakhir dengan pertarungan yang sengit antara Anoman dan Indrajit.

Namun, Anoman sengaja ingin diringkus agar bisa bertemu dengan Prabu Dasamuka.

Dengan melihat ke kanan dan ke kiri, ia mengingat keadaan dan tempat-tempat yang ada di Alengka. (naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen #anoman #Lakon #wayang