Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Susuhin Angin (2) - Meminta Restu Ibu

Mizan Ahsani • Sabtu, 30 Maret 2024 | 03:15 WIB
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (RADAR MADIUN)

Oleh: Ki Damar*

 

MENDENGAR itu, Bima berusaha menaati perintah sang guru.

"Hmmm, baiklah. Padahal yang kuinginkan bukanlah kekuatan, Durna bapakku. Melainkan kemantapan hati ketika seorang satria mengemban tugas berat," ujarnya.

"Bagaimana agar aku rela meninggalkan hal-hal lain yang menghalangi tugas tersebut," imbuhnya.

Durna melihat ada secuil rasa ragu di wajah Bima.

"Pada dasarnya, ilmu untuk keweningan hati dalam memilih kewajiban-kewajiban negara," terangnya.

Bima mulai yakin. Ia akhirnya menyetujui perintah gurunya ini.

"Lalu di mana aku harus mencari kayu gung susuhing angin? Beri tahu aku, Durna bapakku. Maka sebelum terbit fajar nanti aku akan kembali mendapatkan kayu itu," ujarnya.

"Tidak anakku, lebih baik engkau berangkatlah nanti sebelum fajar datang di kala pagi sangatlah segar. Tidak baik malam-malam seperti ini. Besok, berangkatlah ke Candramuka," jawab Durna.

Bima undur diri dari hadapan gurunya. Ia pergi untuk menemui Dewi Kunti, sang ibu, dan saudara-saudaranya.

Bima ingin meminta restu untuk mencari kayu gung susuhing angin.

Sementara itu di bawah bulan purnama, Kunti yang sedang duduk bercerita tentang artinya hidup kepada anak-anaknya.

Seolah bercerita juga kepada bintang-bintang. Hanya dia yang menjadi saksi beratnya hidup menjadi seorang ibu membesarkan anak-anaknya sendirian.

Tak lama, angin berembus tanda Bima datang. Si kembar langsung sigap berdiri dengan riang melihat kakaknya datang.

Bima langsung menggendong keduanya dan mengusap kepala adik-adiknya, serta mencium kening mereka.

Kunti yang hafal dengan gelagat anaknya ini langsung bertanya. "Hal apa lagi yang harus aku restui, anakku yang gagah?" (naz)

*Penulis alumnus Isi Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen #angin #Lakon #wayang