Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Jayadrata Tigas (1) - Kematian Abimanyu

Ki Damar • Rabu, 3 April 2024 | 03:15 WIB

 

Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (RADAR MADIUN)

PERANG Baratayudha sangatlah dahsyat. Perang terbesar keempat di jagat pewayangan yang berlumur darah.

Bahkan, senopati Pandawa yang masih muda, yakni Raden Abimanyu, gugur di medan peperangan.

Darah yang masih basah di tempat Kurusetra menjadi saksi jiwa satria anak Arjuna.

Hingga langit mendung seolah ikut berbela sungkawa atas kematian satria dari Plangkawati itu.

Abimanyu tewas di tangan Raden Jayadrata. Kabar tewasnya sang satria menjadi bahan pembicaraan para prajurit.

Sebab, Jayadrata membunuh satu-satunya putra mahkota Wirata yang tersisa.

Tak ada lagi anak-anak Wirata yang masih hidup. Semua telah gugur.

Tak heran, Jayadrata kemudian menjadi incaran para Pandawa.

Photo
Photo

Di Pesanggrahan Bulupitu, Kurawa merasa senang karena Abimanyu tewas.

Ia lantas meminta Duryudana menyembunyikan Jayadrata.

Pasalnya, Bima dan Arjuna pastilah memburu pembunuh Abimanyu.

"Bima yang sangat mencintai Abimanyu ini pasti resah dan gundah karena nasibnya berakhir mengenaskan," kata Duryudana.

Sementara itu, Durna yang membuat siasat Barisan Cakrabiuha bersama para Kurawa sedikit menyesali kematian Abimanyu.

Sebab, ia adalah anak dari murid kesayangannya.

Namun dalam benak Durna, bila tak membuat siasat ini, ia pasti akan dicurigai sebagai mata-mata Astina yang memihak kepada para Kurawa. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#jayadrata #cerpen #Baratayudha #Lakon #wayang