Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Semar Boyong (2) - Sayembara Sang Kyai

Ki Damar • Jumat, 5 April 2024 | 03:15 WIB
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang

SEMENTARA itu di Karangkadempel, Kyai Semar sedang mendongengi anaknya sembari kipas-kipas. Di dekatnya ada secangkir teh pahit yang jadi kegemarannya.

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dengan lirih.

Petruk inisiatif membuka pintu dengan perlahan.

"Lho, Ndara Anoman yang datang. Silakan masuk!," ujarnya.

Semar terkejut lantaran kedatangan Anoman yang sudah lama tidak bertemu.

Anoman menjelaskan kedatangannya di Karangkadempel.

Ia ingin memboyong Kyai Lurah Semar kembali ke Pancawati untuk setia mendampingi Prabu Rama.

Sebab, sepeninggal Semar, Pancawati mengalami pagebluk.

Mendengar itu, Semar kaget.

"Ndara Anoman, bencana itu terjadi bukan karena saya pergi dari Pancawati. Dewa memberi bencana pastinya karena banyak rakyat yang berbuat maksiat!," kata Semar.

Anoman kembali berusaha meyakinkan Semar.

"Maka dari itu, Kyai Semar dibutuhkan untuk menyadarkan kaum bawah. Karena bila para pemimpin yang turun, tidak akan digubris oleh rakyat," ujarnya.

Di tengah pembicaraan mereka, tiba-tiba datang lagi seorang tamu. Dari jauh pula.

Tamu itu yakni Gatutkaca.

Ternyata, keperluan Gatutkaca juga sama. Yakni, memboyong Semar ke Amarta.

Anoman yang datang pertama merasa tersaingi karena yang menginginkan Pancawati dan Amarta sama-sama menginginkan Semar.

Perselisihan antara mereka berdua tak dapat terhindarkan.

Beruntung, ada Kyai Semar yang bijaksana. Ia menengahi keduanya.

"Begini saja, saya akan membuat sayembara. Barang siapa dapat membawakan aku kembang pudak tunjung biru, maka ia berhak memboyongku," tuturnya. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen #semar #Lakon #wayang