Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

BRILink Tembus Pelosok Banyuasin, Warga Tak Perlu Lagi Menyeberang Sungai

Hengky Ristanto • Senin, 5 Januari 2026 | 17:18 WIB
BRILink jadi andalan warga pelosok Banyuasin untuk melakukan transaksi keuangan.
BRILink jadi andalan warga pelosok Banyuasin untuk melakukan transaksi keuangan.

BANYUASIN – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperluas akses layanan keuangan hingga wilayah pelosok melalui jaringan BRILink Agen.

Di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kehadiran BRILink Agen Toko Shafa di Desa Telang Karya, Kecamatan Muara Telang, menjadi solusi nyata bagi kebutuhan transaksi masyarakat pedesaan.

Pemilik Toko Shafa, Tashadi, telah menjadi BRILink Agen sejak 2019. Latar belakangnya sederhana, namun krusial.

Sebelum ada BRILink, warga desa harus menyeberangi Sungai Musi untuk mencapai unit BRI terdekat. Jarak yang jauh serta biaya transportasi tinggi kerap menjadi kendala utama.

Dengan hadirnya BRILink Agen, berbagai layanan perbankan kini dapat diakses langsung di desa.

Mulai transfer uang, pembayaran listrik, pembelian token listrik, hingga pembayaran cicilan bisa dilakukan tanpa harus bepergian jauh.

“Tanggapan masyarakat sangat positif. Warga tidak perlu lagi menyeberang sungai sehingga biaya bisa diminimalkan. Tidak ada antrean, dan layanan tetap buka saat hari libur,” ujar Tashadi.

Setiap hari, BRILink Agen Toko Shafa beroperasi sejak pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

Selain melayani transaksi keuangan, Tashadi juga kerap menjadi penghubung warga dengan mantri BRI apabila membutuhkan akses pembiayaan atau layanan lanjutan.

Menurutnya, kemudahan akses layanan keuangan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.

“Banyak warga yang perlu mengirim uang ke anaknya yang sekolah di luar kota. Sekarang cukup datang ke sini, tidak perlu jauh-jauh,” ungkapnya.

Selain menjalankan BRILink Agen, Tashadi juga mengelola usaha lain seperti bertani, menjual LPG 3 kilogram, serta produk herbal.

Ia aktif bergabung dalam paguyuban BRILink Agen sebagai wadah berbagi pengalaman dan penguatan jejaring antaragen.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa pengembangan BRILink Agen merupakan wujud penerapan sharing economy di sektor keuangan.

Masyarakat dilibatkan secara langsung sebagai mitra penyedia layanan finansial.

“Agen tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi di tingkat lokal. Ke depan, peran BRILink Agen akan terus diperkuat sebagai simpul layanan keuangan berbasis komunitas,” ujarnya.

Hingga akhir November 2025, BRI tercatat memiliki sekitar 1,2 juta BRILink Agen di seluruh Indonesia.

Jaringan tersebut menjangkau lebih dari 66.587 desa atau sekitar 80 persen wilayah desa nasional, serta telah memfasilitasi lebih dari 1 miliar transaksi dengan total volume mencapai Rp 1.592 triliun. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#inklusi keuangan #Bank BRI #sumatera selatan #UMKM Desa #Layanan Keuangan Desa #Agen BRILink #bri #banyuasin #keuangan pedesaan