Jawa Pos Radar Madiun - Debut Lalisa Manobal di Met Gala 2025 langsung mengguncang jagat dunia maya dan media global.
Pemain serial The White Lotus musim ke-3 ini tampil memesona dalam balutan busana karya Pharrell Williams untuk rumah mode Louis Vuitton, tempat ia menjabat sebagai Global Ambassador.
Tampilan Lisa bukan hanya mengundang decak kagum, tetapi juga memicu perdebatan. Ia berhasil menjadi topik hangat dunia mode dan budaya pop.
Pujian Bertubi-tubi dari Media Dunia
Penampilan Lisa BLACKPINK mendapat pujian dari berbagai media ternama, mulai dari Vanity Fair, Variety, Elle Canada, CNN, Vogue France, ABC News, hingga GQ Magazine.
Banyak media menempatkan Lisa dalam kategori Best Dress, Best Beauty Look, hingga Best Nail Art.
Vogue Magazine bahkan memposting penampilan Lisa di Instagram dan dalam waktu kurang dari 24 jam, videonya ditonton lebih dari 25 juta kali dan disukai 900 ribu lebih pengguna.
Lisa mengenakan busana eksklusif tanpa celana, mengikuti tren fashion terkini yang juga dikenakan selebritas seperti Doja Cat dan Sabrina Carpenter.
Busananya dihiasi potret Rosa Parks, sosok legendaris dalam sejarah perjuangan hak-hak sipil di Amerika.
Busana tersebut merupakan hasil karya kolaborasi antara Pharrell Williams dan seniman kulit hitam ternama Henry Taylor.
Menurut Vogue France, potret tersebut adalah bagian dari lukisan Henry yang sebelumnya dipesan Pharrell untuk cover Vogue edisi Mei. Potongan lukisan itu kemudian dijadikan motif desain busana Lisa.
Kontroversi Potret Rosa Parks di Bagian Bawah Busana
Namun, penggunaan potret Rosa Parks di bagian bawah busana memicu kritik dari beberapa kalangan. Mereka menilai tidak pantas meletakkan wajah sosok “Ibu Hak Asasi Modern” di bagian tersebut.
Meski begitu, Louis Vuitton membantah adanya unsur ofensif.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari New York Times, LV menyebut karya tersebut merupakan potongan kehidupan pribadi Henry Taylor, dan digunakan dengan pendekatan artistik, bukan eksploitasi.
Pharrell menyebut Henry Taylor sebagai "genius", dan menghormati karyanya melalui koleksi ini.
LV menegaskan bahwa busana Lisa adalah bentuk apresiasi terhadap seni dan sejarah komunitas kulit hitam, bukan bentuk pelecehan simbolik.
Terlepas dari kontroversi, debut Met Gala Lisa dipandang sukses besar. Ia tampil bold, ikonik, dan menjadi simbol dari pergeseran mode global yang semakin berani mengekspresikan identitas, budaya, dan seni dalam satu frame. (aan/naz)
Editor : Mizan Ahsani