Jawa Pos Radar Madiun - Musisi muda berbakat Elma Dae kembali mencuri perhatian lewat single terbarunya bertajuk “Cinta Terindah.”
Lagu ini menjadi karya ketiganya di bawah naungan Sony Music Entertainment Indonesia, sekaligus menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya di industri musik Tanah Air.
Dalam proyek ini, Elma menggandeng Yovie Widianto, maestro musik Indonesia, sebagai komposer dan produser. Kolaborasi ini menghasilkan lagu yang sarat emosi, dengan nuansa orkestra megah dari Budapest Scoring Orchestra.
“Kerja bareng Mas Yovie itu campur aduk deg-degan tapi juga menantang. Aku belajar banyak soal spontanitas dan kedalaman emosi. Mas Yovie bisa tiba-tiba ubah lirik atau komposisi di tempat, dan itu bikin prosesnya jadi seru banget,” ujar Elma dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Lagu “Cinta Terindah” mengisahkan impian seseorang untuk hidup bersama pasangan, namun kenyataannya berakhir dengan perpisahan.
Meski penuh kepedihan, Elma berhasil menyampaikan pesan bahwa cinta sejati tak selalu harus berujung bersama.
Nuansa emosional lagu ini semakin kuat berkat aransemen orkestra yang menyentuh, serta sentuhan akhir dari Ari Renaldi yang menangani proses mixing dan mastering di ARU Studio. Elma mengaku bangga bisa menggarap lagu dengan tim musik kelas internasional.
“Aku senang banget karena semua yang terlibat bantu maksimal, hasilnya juga bikin aku makin enggak sabar untuk memperdengarkan lagu ini ke teman-teman semua,” tutur Elma.
Profil Elma Dae
Elma Dae adalah musisi dan penyanyi muda asal Surabaya, Jawa Timur, yang dikenal dengan gaya musik pop modern berpadu elemen drum n bass dan nuansa elektronik.
Bakat musiknya sudah terlihat sejak kecil; ia aktif bernyanyi, menari, dan memainkan alat musik.
Lahir dan besar di keluarga yang mendukung seni, Elma tumbuh sebagai pribadi kreatif dan berani mengeksplorasi berbagai genre.
Ia menempuh pendidikan di University of Greenwich, Singapura, jurusan Manajemen Bisnis, namun tetap menekuni dunia musik secara profesional.
Menariknya, Elma sempat mengikuti audisi K-Pop Star Hunt di Korea Selatan, yang membuka wawasannya terhadap industri musik Asia dan memperkaya inspirasinya dalam berkarya.
Perjalanan Karier Musik
Elma Dae memulai langkah profesionalnya di bawah Sony Music Indonesia. Ia debut lewat single “Tapi Sayangnya”,
yang dirilis dalam tiga versi bahasa Indonesia, Korea, dan Jepang menandai komitmennya untuk menjangkau pasar internasional.
Gaya musik Elma dikenal ekspresif, dengan pengaruh drum’n’bass dan pop elektronik yang kuat.
Ia mengaku terinspirasi setelah menyaksikan pertunjukan jalanan di Seoul, Korea Selatan, yang memperkenalkannya pada genre ini.
Setelah “Tapi Sayangnya”, Elma melanjutkan dengan “Pisah Baik-Baik” pada tahun 2024, yang menampilkan sisi emosional dan kedewasaannya sebagai penulis lirik.
Lagu ini memperlihatkan bahwa ia bukan sekadar penyanyi, tetapi juga musisi yang memahami makna dan perasaan di balik lagu.
Kolaborasinya bersama Yovie Widianto di “Cinta Terindah” menjadi tonggak penting dalam kariernya.
Lagu ini memperlihatkan transformasi musikal Elma yang semakin matang menggabungkan komposisi orkestra, lirik puitis, dan vokal lembut yang menyentuh.
Gaya Musik dan Ciri Khas
Elma Dae dikenal karena kemampuan vokalnya yang lembut namun kuat secara emosional.
Ia juga menonjol dengan penggunaan multibahasa dalam lagu-lagunya, menjadikannya unik di antara musisi muda Indonesia.
Identitas musiknya menggabungkan pop, elektronik, dan unsur eksperimental yang menggambarkan pencarian jati diri generasi muda masa kini.
Elma juga kerap menulis lirik berdasarkan pengalaman pribadi dan refleksi emosional, sehingga lagu-lagunya terasa jujur dan relatable.
Dengan kolaborasi bersama Yovie Widianto serta kehadiran orkestra internasional, Elma Dae membuktikan bahwa ia bukan hanya penyanyi muda biasa.
Dedikasinya terhadap musik, kemampuannya bereksperimen lintas genre dan bahasa,
serta keberanian tampil autentik menjadikannya salah satu musisi muda Indonesia dengan potensi global paling menjanjikan.
(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun