Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Profil Gusti Purbaya Putra Mahkota Keraton Surakarta Yang Kini Naik Takhta Sebagai Raja PB XIV

Mizan Ahsani • Sabtu, 8 November 2025 | 16:20 WIB
Gusti Purbaya Putra
Gusti Purbaya Putra

Jawa Pos Radar Madiun - Nama Gusti Purbaya tengah menjadi sorotan setelah Raja Keraton Surakarta Pakubuwono XIII Hangabehi meninggal dunia pada Minggu, 2 November 2025.

Wafatnya sang raja otomatis menempatkan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro, yang akrab disapa Gusti Purbaya, sebagai penerus takhta Keraton Surakarta Hadiningrat.

Profil dan Latar Belakang Gusti Purbaya

Gusti Purbaya lahir di Surakarta, 27 Februari 2003. Ia merupakan putra dari PB XIII Hangabehi dan Kanjeng Ratu Asih (GKR Pakubuwana Pradapaningsih).

Nama kecilnya adalah Gusti Raden Mas Suryo Aryo Mustiko, sebelum resmi menyandang gelar KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram setelah dilantik sebagai putra mahkota.

Pelantikan sebagai putra mahkota digelar pada 27 Februari 2022 dalam upacara adat di Keraton Solo. Saat itu, Gusti Purbaya baru berusia 20 tahun dan masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang.

Seiring waktu, putra mahkota muda ini dikenal aktif dalam kegiatan budaya dan kesenian tradisional, seperti wayang kulit dan karawitan.

Ia juga sering membagikan kegiatan Keraton melalui media sosial untuk memperkenalkan budaya Jawa kepada generasi muda.

Pendidikan dan Perjalanan Akademik

Sebelum naik takhta, Gusti Purbaya menempuh pendidikan di Semesta Bilingual Boarding School, Semarang, dari jenjang SMP hingga SMA.

Setelah itu, ia melanjutkan studi S1 Ilmu Pemerintahan di Universitas Diponegoro, dan berhasil lulus pada tahun ajaran 2022/2023.

Tidak berhenti di sana, Gusti Purbaya kini tercatat sebagai mahasiswa program magister (S2) di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, jurusan Magister Politik dan Pemerintahan.

Ia mulai menempuh studi tersebut pada 19 Agustus 2025, beberapa bulan sebelum naik takhta menggantikan ayahandanya.

Naik Takhta Sebagai Raja Keraton Surakarta

Setelah PB XIII Hangabehi wafat akibat komplikasi penyakit, prosesi ikrar naik takhta dilaksanakan pada Rabu, 5 November 2025, di hadapan jenazah sang ayah sebelum diberangkatkan ke Makam Raja-Raja Mataram Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Dalam upacara tersebut, Gusti Purbaya menyampaikan deklarasi dalam bahasa Jawa, menyatakan dirinya naik takhta dengan gelar:

“Atas perintah dan titah Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, saya, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro, naik takhta menjadi Raja Keraton Surakarta Hadiningrat dengan gelar Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV.”

Dukungan dan Pengakuan Keluarga Keraton

Terkait ikrar tersebut, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbaikusuma Dewayani, kakak tertua PB XIV, menyebut langkah yang dilakukan Gusti Purbaya sudah sesuai adat.

“Sumpah di hadapan jenazah raja yang mangkat adalah tradisi lama di Keraton Surakarta, dan tidak melanggar adat,” ujar GKR Timoer.

Ia menambahkan bahwa tindakan cepat sang adik sangat penting untuk menjaga kesinambungan pemerintahan adat.

“Segala prosesi adat dan tanggung jawab pemerintahan karaton tetap berjalan sebagaimana mestinya, di bawah pimpinan raja baru, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV,” jelasnya.

Sebagai raja muda berusia 22 tahun, Gusti Purbaya dinilai membawa semangat baru bagi Keraton Surakarta. Ia dikenal terbuka terhadap modernisasi, namun tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya Jawa.

Dengan latar belakang akademik dan pandangan progresif, Gusti Purbaya diharapkan mampu mengembalikan peran Keraton Surakarta sebagai pusat kebudayaan sekaligus lembaga adat yang adaptif di era modern.

(*/naz)
Penulis: Nazala Syifa Julieta/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#gusti purbaya #raja keraton solo #pb xiii hangabehi #budaya jawa #KGPAA Hamangkunegoro #Putra Mahkoda #keraton surakarta #Pakubuwono XIV