Merencanakan suatu acara untuk anak-anak bukanlah hal mudah. Diperlukan kesabaran dan ketelitian dalan menyusun konsep. Itulah yang dihadapi Cindy Cantika sebagai event organizer (EO) khusus anak.
----------
PULUHAN anak usia 2–5 tahun terlihat sedang menjalani praktik memasak. Lengkap dengan apron dan hat cook, mereka duduk di kursinya masing-masing. Di depannya, di atas meja terdapat sejumlah bahan baku untuk membuat pizza. Seperti adonan pizza, saus, daging cincang, paprika, irisan bawang bombay, dan bahan lainnya.
Mereka sedang menanti seorang koki yang kebetulan belum tiba. Sambil menunggu, seorang perempuan berambut pirang sejurus kemudian menunjukkan cara memakai sarung tangan memasak yang benar kepada para anak-anak tersebut. Perempuan itu bernama Cindy Cantika.
Dialah yang mencetuskan ide ini. Sebuah acara cooking class dengan tema pizza maker junior. ‘’Semuanya saya konsep sendiri. Mulai dari menjalin kerja sama dengan Pizza Hut, konsep acara, hingga persiapan doorprize,’’ katanya.
Baginya penting memberikan kegiatan yang positif kepada anak-anak. Karena itu, dia kemudian mengajak rekan-rekannya untuk join. ‘’Tentunya setiap event yang digelar harus bisa diingat dan dikenang anak-anak di masa dewasanya nanti. Misalnya, dengan menjadi little dentist, chef, hingga menjadi pilot,’’ terang perempuan 34 tahun itu.
Dia melihat saat ini banyak bermunculan EO di Kota Madiun. Namun, nyaris tidak ada EO yang khusus mengerjakan sebuah acara untuk anak-anak. Nah, peluang usaha itu kemudian ditangkap Cindy. ‘’Sebenarnya, di Kota Madiun dulu banyak EO khusus anak-anak. Tapi, tidak bertahan lama. Saat ini, saya coba gelar setiap bulannya,’’ ujar perempuan yang berdomisili di Jalan Sri Wibowo, Kelurahan Sukosari itu.
Cindy mengaku belum lama menggeluti EO khusus anak-anak. Baru sekitar tujuh bulan lalu dirinya berkecimpung di dunia usaha event. Dari usahanya ini, Cindy banyak mendapatkan pengalaman berharga.
Selain memang senang dekat dengan anak-anak, keberadaannya dapat memberikan edukasi bagi mereka. Hingga akhirnya, saat ini, sudah ada sekitar 200 orang tua di Madiun Raya yang aktif memberikan kegiatan edukasi melalui jasanya. ‘’Saya inginnya anak-anak bisa punya cara belajar yang lucu dan menyenangkan. Pasti setiap event kita punya value yang bisa didapatkan dengan menyenangkan,’’ terangnya. (mg4/her)
Editor : Mizan Ahsani