Jawa Pos Radar Madiun - Makam Wali Songo di Pulau Jawa menjadi salah satu tujuan wisata religi paling populer di Indonesia.
Tradisi ziarah ini dilakukan untuk mengenang jasa para wali dalam menyebarkan Islam di Nusantara, khususnya di tanah Jawa.
Kunjungan biasanya meningkat menjelang Ramadan, namun ziarah dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun.
Berikut daftar lengkap sembilan makam Wali Songo beserta kisah singkat perjuangan dakwah mereka.
1. Makam Sunan Gresik – Gresik, Jawa Timur
Sunan Gresik yang bernama asli Maulana Malik Ibrahim atau Maulana Maghribi diyakini sebagai pelopor penyebaran Islam di Jawa pada abad ke-14.
Datang dari Asia Tengah dan sempat singgah di Champa (Vietnam), beliau kemudian menetap di Gresik. Dakwahnya dikenal lembut dan merangkul masyarakat kecil di akhir masa Majapahit. Makamnya berada di kawasan Gapuro, Gresik, dan menjadi tujuan utama peziarah.
2. Makam Sunan Ampel – Surabaya, Jawa Timur
Sunan Ampel atau Raden Rahmat dikenal sebagai “Bapak Para Wali”. Ia merupakan tokoh sentral perkembangan Islam di Jawa Timur.
Makamnya terletak di kompleks Masjid Ampel, Surabaya, yang hampir tak pernah sepi dari peziarah. Dua putranya, Sunan Bonang dan Sunan Drajat, juga termasuk dalam jajaran Wali Songo.
3. Makam Sunan Bonang – Tuban, Jawa Timur
Sunan Bonang bernama asli Raden Makdum Ibrahim. Ia dikenal berdakwah melalui seni, termasuk gamelan.
Nama “Bonang” diyakini berasal dari alat musik yang digunakannya sebagai media syiar Islam.
Makamnya berada di Tuban dan menjadi salah satu destinasi ziarah paling ramai di Jawa Timur.
4. Makam Sunan Giri – Gresik, Jawa Timur
Sunan Giri atau Raden Paku merupakan pendiri Kerajaan Giri Kedaton. Selain berdakwah, ia dikenal sebagai pendidik dan pencipta tembang dolanan seperti “Cublak-Cublak Suweng”.
Makamnya berada di perbukitan Gresik, menawarkan suasana religius yang kental dengan nuansa sejarah.
5. Makam Sunan Drajat – Lamongan, Jawa Timur
Sunan Drajat dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dakwahnya menekankan kepedulian terhadap fakir miskin dan nilai gotong royong.
Makamnya berada di Paciran, Lamongan, dan menjadi bagian penting dalam jalur wisata religi Wali Songo.
6. Makam Sunan Kalijaga – Demak, Jawa Tengah
Sunan Kalijaga yang bernama kecil Raden Said terkenal menggunakan pendekatan budaya seperti wayang dan seni tradisional dalam berdakwah.
Pengaruhnya sangat luas di tanah Jawa. Makamnya terletak di Kadilangu, Demak, tidak jauh dari Masjid Agung Demak.
7. Makam Sunan Kudus – Kudus, Jawa Tengah
Sunan Kudus memiliki nama asli Ja’far Shadiq. Ia dikenal sebagai ulama cerdas dan pernah menjadi imam besar Masjid Agung Demak.
Wilayah dakwahnya kemudian dikenal dengan nama Kudus, yang berasal dari kata Al-Quds. Makamnya berada di pusat Kota Kudus dan menjadi destinasi ziarah populer.
8. Makam Sunan Muria – Kudus, Jawa Tengah
Sunan Muria merupakan putra Sunan Kalijaga. Ia memilih berdakwah di wilayah pegunungan dan pedesaan untuk menjangkau masyarakat kecil.
Makamnya berada di lereng Gunung Muria. Perjalanan menuju lokasi yang menanjak menjadi pengalaman spiritual tersendiri bagi peziarah.
9. Makam Sunan Gunung Jati – Cirebon, Jawa Barat
Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah Sultan Cirebon sekaligus anggota Wali Songo. Ia berperan besar dalam penyebaran Islam di Jawa Barat hingga Banten.
Kompleks makamnya di Cirebon menjadi salah satu pusat wisata religi terbesar di Pulau Jawa.
Makam Wali Songo bukan sekadar destinasi ziarah, tetapi juga saksi sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Setiap lokasi menyimpan kisah perjuangan, strategi dakwah yang adaptif, serta nilai budaya yang tetap hidup hingga kini.
Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan spiritual sambil mengenal sejarah Islam Nusantara, ziarah ke makam Wali Songo dapat menjadi pengalaman yang penuh makna dan refleksi. (fin)
Editor : AA Arsyadani