Pabrik Sepatu di Desa Bagi Madiun Diprotes Warga, Sekda Minta Investor Segera Berdialog

Jawa Pos Radar Madiun – Penolakan warga terhadap pembangunan pabrik sepatu di Desa Bagi, Kecamatan Madiun, mendapat respons pemerintah kabupaten (pemkab).
Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto meminta investor segera duduk bersama masyarakat untuk membahas sejumlah keluhan terkait aktivitas proyek.
Pemkab akan mendorong Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memfasilitasi pertemuan tersebut.
Langkah itu diambil setelah puluhan warga menutup akses menuju lokasi pembangunan pabrik pada Minggu (25/10).
Mereka mempersoalkan aktivitas proyek yang disebut telah berlangsung sekitar empat bulan tanpa sosialisasi kepada masyarakat sekitar.
”Kami akan mendorong DPMPTSP dan OPD terkait untuk memfasilitasi dialog, sosialisasi, melakukan komunikasi atau forum konsultasi publik dengan warga masyarakat Desa Bagi,” ungkap Sigit, Selasa (27/10).
Penolakan warga bukan semata persoalan kurangnya komunikasi dengan perusahaan. Sejumlah dampak aktivitas pembangunan juga menjadi sumber keberatan.
Warga mengeluhkan debu akibat pengurukan tanah di lokasi proyek. Selain itu, getaran dari pekerjaan pemasangan tiang pancang diduga menyebabkan keretakan pada sejumlah rumah di sekitar lokasi.
Dugaan kerusakan tersebut masih memerlukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.
Sigit mengatakan, pemkab siap menjadi fasilitator agar keluhan masyarakat dapat disampaikan secara langsung kepada pihak perusahaan.



