Jawa Pos Radar Madiun – Lonjakan harga sejumlah komoditas membuat Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun bersama Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar.
Petugas gabungan turun untuk memantau harga kebutuhan pokok dan memastikan penyebab kenaikan.
“Kami sudah turun langsung ke pasar untuk memastikan kondisi riil dan penyebab kenaikan harga,” ujar Kabid Perdagangan Disperdagkop-UM Kabupaten Madiun Budi Santoso saat dikonfirmasi.
Seperti diketahui, harga cabai rawit sempat menembus Rp 88 ribu per kilogram.
Sementara daging ayam mencapai Rp 38 ribu per kilogram.
Dari hasil sidak pekan ini, petugas belum menemukan indikasi penimbunan maupun permainan harga oleh oknum pedagang.
Pemkab menegaskan akan menindak tegas jika ditemukan praktik curang menjelang Hari Raya Imlek dan Ramadan.
“Sejauh ini belum ada temuan penimbunan, tetapi pengawasan tetap kami lakukan,” tegasnya.
Menurut Budi, kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada turunnya produksi petani.
Termasuk akibat serangan hama dan gagal panen.
Untuk mengatasi keterbatasan pasokan, pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait guna mendatangkan suplai dari daerah sentra, seperti Kediri.
“Kami siapkan skema dropping pasokan dari daerah penghasil,” jelasnya.
Selain itu, pemkab akan menggelar operasi pasar murah (OPM) di sejumlah titik strategis.
Salah satunya direncanakan awal Maret di Alun-Alun Caruban dengan melibatkan mitra seperti Bulog, RNI, dan pihak lain.
Meski tidak secara langsung menurunkan harga pasar, OPM diharapkan membantu masyarakat memperoleh sembako lebih terjangkau.
“Harapannya kebutuhan pokok tetap tercukupi selama Imlek dan Ramadan,” pungkas Budi. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto