Hadis Rasulullah, Doa agar Selalu Sehat serta Keselamatan Tetap Terjaga

Jawa Pos Radar Madiun - Kesehatan dan keselamatan merupakan dua nikmat Allah SWT yang sering kali baru benar-benar disadari ketika seseorang mengalami sakit atau tertimpa musibah.
Saat tubuh sehat dan kehidupan berjalan baik, manusia dapat bekerja, beribadah, mencari nafkah, serta menjalankan berbagai aktivitas dengan leluasa. Namun, keadaan tersebut tidak selalu berlangsung sesuai harapan.
Penyakit bisa datang sewaktu-waktu. Begitu pula kesulitan dan musibah yang dapat mengubah kehidupan seseorang.Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa agar umat Islam senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari hilangnya nikmat, berubahnya keadaan menjadi buruk, serta datangnya kemurkaan-Nya.
Doa tersebut tercantum dalam hadis riwayat Muslim dari Abdullah bin Umar RA, sebagaimana dinukil dalam buku Teladan Hidup Sehat Rasulullah, bagian 40 Hadits Shahih, hadis kelima.
Bacaan Doa Agar Kesehatan dan Keselamatan Terus Langgeng
Berikut teks hadis dalam bahasa Arab, transliterasi, dan artinya sebagaimana tercantum dalam buku tersebut.
Teks Hadis (Bahasa Arab):
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ مِنْ دُعَاءِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
Transliterasi:
‘an abdillâh bin umaro kâna min du’âi rasûlillâhi shollallôhu ‘alaihi wa sallama, allôhumma innî a’ûdzubika min zawâli ni’matika wa tahawwuli ‘âfiyatika wa fujâ’ati niqmatika wa jamî’i sakhotika.
Artinya:
Dari Abdullah bin Umar, di antara doa Rasulullah SAW:
“Wahai Allah sesungguhnya aku mohon perlindungan dari-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, sirnanya keselamatan dari-Mu, datangnya kemarahan-Mu dan seluruh kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim)
Makna Doa Rasulullah SAW agar Nikmat Kesehatan Tidak Hilang
Hadis tersebut mengandung pesan bahwa kesehatan, keselamatan, dan berbagai kemudahan hidup merupakan nikmat yang perlu dijaga sekaligus disyukuri. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk tidak hanya memohon nikmat baru, tetapi juga meminta perlindungan agar nikmat yang sudah dimiliki tidak hilang.
Permohonan ini penting karena manusia sering kali lebih mudah menyadari sesuatu yang belum dimiliki dibandingkan menghargai apa yang telah berada dalam genggamannya. Seseorang mungkin menginginkan harta yang lebih banyak, pekerjaan yang lebih baik, atau kehidupan yang lebih nyaman.
Padahal, kesehatan tubuh dan keselamatan yang dinikmati setiap hari merupakan karunia yang tidak kalah berharga. Ketika seseorang jatuh sakit, aktivitas yang sebelumnya terasa sederhana dapat menjadi sulit dilakukan. Begitu pula ketika keselamatan terganggu akibat musibah. Berbagai rencana dan kegiatan yang telah disusun bisa berubah dalam waktu singkat.
Melalui doa tersebut, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa manusia membutuhkan perlindungan Allah SWT dalam mempertahankan nikmat kehidupan.
Empat Permohonan Penting dalam Hadis tentang Kesehatan dan Keselamatan
1. Memohon Perlindungan dari Hilangnya Nikmat Allah
Bagian pertama doa berisi permohonan perlindungan dari hilangnya nikmat Allah SWT. Nikmat yang dimaksud dapat dipahami secara luas, mencakup kesehatan, rezeki, keluarga, ketenteraman, kesempatan beribadah, dan berbagai kebaikan lainnya.
Manusia tidak selalu menyadari besarnya nikmat yang diterima karena telah terbiasa menikmatinya. Contohnya, kemampuan berjalan, melihat, mendengar, dan bernapas sering dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, ketika salah satu kemampuan tersebut mengalami gangguan, seseorang baru merasakan betapa berharganya kondisi yang sebelumnya dimiliki.
Karena itu, permohonan agar nikmat tidak hilang sekaligus mengajarkan pentingnya rasa syukur. Rasa syukur tidak cukup diucapkan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui tindakan yang baik.
2. Memohon agar Kesehatan dan Keselamatan Tetap Terjaga
Bagian kedua doa memuat permohonan perlindungan dari berubah atau hilangnya afiat yang telah Allah berikan. Dalam pemahaman Islam, afiat memiliki makna yang luas. Istilah ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan jasmani, tetapi juga keadaan selamat dan terlindungi dari berbagai keburukan.
Seseorang yang sehat mempunyai kesempatan lebih besar untuk menjalankan kegiatan sehari-hari sesuai kemampuannya. Kesehatan juga membantu seseorang melaksanakan tanggung jawab terhadap keluarga, pekerjaan, dan lingkungan sosial.
Namun, kesehatan tidak dapat dijamin berlangsung selamanya. Usia, penyakit, kecelakaan, serta berbagai keadaan lain dapat memengaruhi kondisi tubuh manusia. Oleh karena itu, doa ini mengajarkan pentingnya memohon agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan keselamatan. Permohonan tersebut sejalan dengan ikhtiar menjaga kesehatan melalui kebiasaan hidup yang baik.
3. Memohon Perlindungan dari Datangnya Musibah Secara Tiba-Tiba
Bagian ketiga doa berisi permohonan perlindungan dari datangnya hukuman atau keadaan buruk secara mendadak. Kehidupan manusia tidak sepenuhnya dapat diprediksi. Seseorang mungkin telah menyusun berbagai rencana, tetapi kemudian menghadapi peristiwa yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Keadaan tersebut mengingatkan manusia akan keterbatasannya dalam mengendalikan kehidupan.
Karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk tidak merasa sepenuhnya aman hanya karena sedang berada dalam kondisi yang baik. Doa menjadi salah satu bentuk pengakuan bahwa manusia membutuhkan pertolongan dan perlindungan Allah SWT. Namun, sikap berserah diri tidak berarti mengabaikan kewaspadaan.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tetap perlu menjaga keselamatan, menghindari tindakan berisiko, serta mengambil langkah pencegahan sesuai keadaan.
4. Memohon Perlindungan dari Kemurkaan Allah SWT
Bagian terakhir doa berisi permohonan perlindungan dari seluruh kemurkaan Allah SWT. Permohonan ini menunjukkan bahwa kehidupan seorang muslim tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan fisik.
Hubungan spiritual dengan Allah SWT juga menjadi perhatian utama. Seorang muslim diharapkan senantiasa memperbaiki perilaku, menjaga keimanan, serta menghindari tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama. Karena itu, doa memohon kesehatan dan keselamatan juga mengandung pesan moral.
Nikmat yang diberikan Allah SWT seharusnya digunakan untuk melakukan kebaikan, bukan untuk merugikan diri sendiri maupun orang lain. Penting pula dipahami bahwa sakit atau tertimpa musibah tidak dapat serta-merta dianggap sebagai tanda kemurkaan Allah terhadap seseorang.
Mengapa Rasulullah SAW Mengajarkan Doa Memohon Kesehatan?
Dalam buku Teladan Hidup Sehat Rasulullah karya Alaik S., dijelaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi manusia dalam menjalankan ibadah dan berbagai aktivitas positif.
Rasulullah SAW memberikan teladan dengan memohon kepada Allah SWT agar nikmat kesehatan dan keselamatan tetap terjaga. Kesehatan memungkinkan seseorang menjalankan berbagai kegiatan dengan lebih baik. Ketika tubuh berada dalam kondisi prima, seseorang dapat bekerja, membantu sesama, menuntut ilmu, dan melaksanakan ibadah sesuai kemampuannya.
Sebaliknya, gangguan kesehatan dapat membatasi sejumlah aktivitas. Meski demikian, sakit bukan berarti seseorang kehilangan kesempatan beribadah. Islam memberikan berbagai keringanan sesuai kemampuan dan kondisi seseorang. Pesan penting dalam hadis ini adalah bahwa kesehatan merupakan nikmat yang patut dijaga karena dapat membantu manusia menjalankan tanggung jawab kehidupannya.
Doa Agar Selalu Sehat Perlu Disertai Ikhtiar
Memanjatkan doa agar kesehatan tetap terjaga merupakan salah satu bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Namun, doa tidak menggantikan kewajiban manusia untuk berusaha menjaga kesehatan dan keselamatannya. Menjalankan pola hidup sehat merupakan langkah nyata dalam mensyukuri nikmat yang diberikan.
Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beraktivitas fisik secara teratur, menjaga kebersihan, serta mencukupi kebutuhan istirahat. Selain itu, pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan juga penting untuk membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih dini.
Apabila mengalami sakit, seseorang perlu memperoleh penanganan medis yang tepat. Dalam konteks ini, doa dan ikhtiar dapat berjalan beriringan. Doa menjadi sarana memohon pertolongan Allah SWT, sedangkan usaha menjaga kesehatan merupakan bentuk tanggung jawab manusia terhadap tubuhnya.
Kapan Doa Memohon Kesehatan dan Keselamatan Dibaca?
Hadis tersebut menjelaskan bahwa bacaan itu termasuk doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW. Karena itu, umat Islam dapat membacanya ketika memohon perlindungan kepada Allah SWT. Doa ini dapat dipanjatkan pada berbagai kesempatan, termasuk setelah salat, saat berdoa secara pribadi, maupun ketika mengingat nikmat kesehatan dan keselamatan yang sedang dinikmati.
Namun, hadis yang dikutip tersebut tidak menetapkan waktu khusus atau jumlah bacaan tertentu. Dengan demikian, tidak perlu mengaitkan doa ini dengan ketentuan waktu dan bilangan yang tidak disebutkan dalam riwayat. Hal yang lebih penting adalah memahami maknanya serta memanjatkannya dengan kesungguhan hati.
Mensyukuri Nikmat Kesehatan Sebelum Datang Penyakit
Salah satu pelajaran utama dari hadis tersebut adalah pentingnya menghargai kesehatan sebelum mengalami gangguan. Manusia sering kali baru merasakan betapa berharganya kesehatan ketika tubuh tidak lagi mampu menjalankan aktivitas seperti biasanya.
Padahal, selama sehat, banyak kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan kebaikan. Kesempatan tersebut antara lain bekerja mencari nafkah, membantu keluarga, memperbanyak ibadah, dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Karena itu, mensyukuri kesehatan dapat dilakukan dengan menggunakan waktu dan kemampuan yang dimiliki secara bertanggung jawab. Selain menjaga tubuh, seseorang juga perlu menjaga perilaku dan hubungan sosialnya. Dengan demikian, nikmat kesehatan tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain.
Doa Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan dan keselamatan merupakan karunia yang patut disyukuri setiap hari. Memohon agar nikmat Allah tetap terjaga, disertai ikhtiar dan perilaku yang baik, merupakan bagian dari usaha seorang muslim menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur. (den)



