Jawa Pos Radar Madiun - Seiring rencana pembangunan patung tokoh besar India, Biju Patnaik, di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), kuliner khas daerah asalnya ikut disorot.
Salah satu yang paling ikonik adalah Rasabali, hidangan penutup manis yang berasal dari kuil-kuil suci di Odisha.
Rasabali merupakan dessert alias sajian pencuci mulut.
Bahan dasarnya paneer atau chhena (keju segar), yang dibentuk menjadi bulatan pipih, digoreng hingga keemasan, lalu disajikan dalam kuah susu kental bercita rasa saffron dan kapulaga.
Teksturnya lembut, rasa manisnya lembut namun dalam, dan aromanya begitu menggoda.
Bahan untuk Paneer:
250 gram chhena atau paneer segar (bisa instan atau buatan sendiri)
1 sdm semolina halus (tepung suji)
1 sdm gula bubuk
Sedikit baking soda
Minyak atau ghee untuk menggoreng
Bahan untuk Kuah Susu (Rabri):
1 liter susu full cream
4 sdm gula pasir (atau sesuai selera)
1/2 sdt bubuk kapulaga
8–10 helai saffron (larutkan dalam 2 sdm susu hangat)
Kacang almond atau pistachio cincang untuk garnish
Cara Membuat Rasabali
1. Membuat Paneer Patties
Hancurkan paneer/chhena segar dalam mangkuk besar. Uleni selama 7–8 menit hingga adonan lembut dan menyatu.
Tambahkan gula bubuk, semolina, dan sejumput baking soda. Campur rata.
Bentuk adonan menjadi bola-bola kecil, lalu pipihkan menjadi cakram bulat setebal 1 cm.
Panaskan ghee atau minyak, goreng patties dengan api sedang hingga berwarna cokelat keemasan. Angkat dan tiriskan.
2. Memasak Kuah Susu (Rabri)
Didihkan susu di panci dengan dasar tebal. Kecilkan api dan aduk terus hingga volume susu berkurang setengahnya.
Masukkan gula, saffron yang telah direndam, dan bubuk kapulaga. Aduk hingga gula larut dan aroma harum keluar.
3. Penyajian Rasabali
Susun paneer patties dalam mangkuk saji.
Tuangkan rabri hangat ke atasnya hingga terendam.
Taburi dengan kacang almond atau pistachio sebagai garnish.
Diamkan hingga bumbu meresap. Bisa disajikan hangat atau didinginkan dulu di kulkas selama satu jam.
Dengan cita rasa lembut dan penuh nostalgia, Rasabali tak hanya menggoda lidah tapi juga membawa cerita sejarah panjang dari India ke Indonesia. (naz)
Editor : Mizan Ahsani