Jawa Pos Radar Madiun - Kabar mengejutkan datang dari dunia kuliner tanah air. Sanuk Thai Noodle, restoran milik Jesselyn Lauwreen, pemenang MasterChef Indonesia musim ke-8, mengumumkan penutupan permanen seluruh gerainya.
Kabar tersebut disampaikan langsung melalui sebuah video yang membuat publik terkejut, khususnya para pecinta kuliner Thailand di Jakarta dan sekitarnya.
Dalam pengumumannya, Jesselyn menyebut bahwa gerai Sanuk hanya beroperasi hingga 30 September 2025, setelah itu semua cabang akan ditutup.
Ia menggambarkan Sanuk sebagai “bayi” yang telah ia rawat penuh hati sejak awal berdiri.
“Saya memeliharanya, melihatnya tumbuh, dan mengurusnya dengan sepenuh hati. Saya benar-benar menaruh jiwa saya di dalamnya,” kata Jesselyn dengan nada emosional.
Jejak Singkat Sanuk Thai Noodle
Sanuk Thai Noodle pertama kali hadir di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, pada Februari 2024. Restoran ini menawarkan konsep boat noodle ala Thailand dengan porsi mangkuk kecil, kuah yang dimasak selama berjam-jam, serta variasi menu otentik seperti tom yum kering dan sup.
Sejak dibuka, Sanuk langsung menjadi perbincangan publik. Antrean panjang mengular hingga berjam-jam, membuat restoran ini viral di kalangan foodies.
Popularitasnya kemudian mendorong ekspansi ke kawasan lain, termasuk Gading Serpong, dan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi kuliner Thailand yang digemari.
Alasan Penutupan
Meski ramai peminat, Jesselyn mengungkapkan bahwa keputusan menutup Sanuk Thai Noodle bukan karena kualitas makanan ataupun kurangnya pelanggan, melainkan faktor internal.
Ia menyinggung adanya perbedaan visi di kalangan pemilik usaha yang membuat keberlanjutan restoran tidak lagi memungkinkan.
“Ketika orang-orang di belakang tidak lagi sejalan, maka usaha tidak bisa terus berlanjut. Passion dan kerja keras saja tidak cukup,” ujarnya.
Jesselyn menambahkan, restoran bukan hanya tentang cita rasa, tetapi juga soal tim solid yang mendukung operasional di balik layar. Tanpa keselarasan visi, keberlangsungan bisnis sulit dijaga meski mendapat respons positif dari pelanggan.
Keputusan ini tentu membuat banyak penggemar kuliner kecewa. Sanuk yang dulunya diantre berjam-jam kini menutup semua gerai secara permanen.
Meski demikian, Jesselyn tetap menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan pelanggan sejak hari pertama berdiri.
Ia juga menegaskan bahwa penutupan ini bukan akhir dari perjalanannya di dunia kuliner, melainkan sebuah bab baru.
Jesselyn bahkan memberi isyarat kemungkinan menghidupkan kembali Sanuk di masa depan ketika kondisi sudah sepenuhnya mendukung.
“Saya berjanji suatu hari nanti, Sanuk mungkin akan kembali, kali ini sepenuhnya milik saya,” ungkapnya penuh harapan.
Meski Sanuk kini resmi ditutup, semangat Jesselyn Lauwreen untuk terus berkarya di dunia kuliner masih membara, dan publik tentu menantikan langkah berikutnya dari chef muda berbakat ini.
(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun