KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib kalangan janda di Kota Madiun bakal mendapat perhatian khusus. Pemkot ancang-ancang memberikan sejumlah pelatihan keterampilan seperti membuat kue dan menjahit. ‘’Janda di Kota Madiun memang ada banyak. Bahkan, di lingkungan tertentu sudah ada perkumpulannya. Ini kami beri kegiatan sesuai minatnya,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Rabu (8/6).
Berdasarkan data dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) setempat, di Kota Madiun saat ini terdapat 16.203 perempuan berstatus janda. Perinciannya, 13.196 karena suaminya meninggal dan 3.007 bercerai. Sedangkan pria berstatus duda berjumlah sekitar 5 ribu.
Maidi menyebutkan, dari belasan ribu janda itu ada yang dari segi usia sudah tua dan sisanya terbilang muda. Mereka yang masih produktif bakal dibekali pendidikan dan pelatihan keterampilan. Sedangkan, janda tua diberi santunan. ‘’Janda-janda yang muda harus percaya diri. Jangan sampai nggak pede. Harus yakin bisa menghidupi dirinya sendiri dan anaknya dengan keterampilan yang dimiliki,’’ ujarnya.
Dia mengatakan, pelatihan keterampilan usaha bagi para janda dapat dilakukan oleh dinas tenaga kerja, koperasi, dan usaha mikro (disnaker-KUM) serta dinas sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak (dinsos-PPPA). ‘’Untuk kerohaniannya bisa melalui MUI (Majelis Ulama Indonesia),’’ terang Maidi.
Gagasan memberdayakan kalangan janda berawal saat Maidi keliling ke sejumlah kelurahan. Dia sempat mendapati seorang janda yang hidup sendirian lantaran anaknya kerja di luar daerah. ‘’Nah, yang janda-janda tua nanti juga kami beri tempat di pondok lansia untuk melakukan kegiatan,’’ tuturnya.
Tidak hanya saat kunjungan ke kelurahan, ketika mengikuti senam lansia, Maidi juga mendapati adanya para janda tua. Melalui dinsos-PPPA, dia kemudian mengusulkan program pengadaan belanja makan dan minum (mamin) lansia. ‘’Janda yang punya anak dan statusnya tidak mampu, kami inventarisasi. Mereka kita kuliahkan,’’ pungkasnya. (her/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto