Menurutnya, kondisi Pasar Kawak saat ini kurang representatif. Sehingga membuat masyarakat enggan berkunjung. Di sisi lain, pedagang berikut kiosnya tidak tertata rapi dan terkesan kumuh. ‘’Jadi, perlu kami bangun pasar yang aman, nyaman serta bersih agar Pasar Kawak juga dilirik dan ramai seperti pasar tradisional lainnya,’’ ujar mantan kadishub itu.
Ansar menilai Pasar Kawak berpotensi besar mendongkrak perekonomian daerah. Sebab, lokasinya berada di pusat kota dan dekat Bogowonto Culinary Center (BCC). ‘’Sudah waktunya perbaikan. Rehabilitasi terakhir dilakukan puluhan tahun lalu. Untuk proyek revitalisasi ada di DPUPR,’’ terangnya.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi menjelaskan, proyek revitalisasi Pasar Kawak dialokasikan Rp 2,5 miliar. Saat ini, prosesnya masuk tahap evaluasi administrasi di ULP. ‘’Konsep bangunannya nanti menjadi dua lantai,’’ kata pejabat yang akrab disapa Uut itu.
Lebih lanjut, Uut mengatakan, konsep awalnya pekerjaan difokuskan pada perbaikan bangunan yang telah rusak. Sementara arsitektur dan struktur bangunan lamanya tetap dipertahankan. Adapun perubahan atau penambahan hanya pada utilitasnya. ‘’Karena ini bangunan bersejarah, desain atau konsepnya tidak terlalu mengubah bangunan lamanya,’’ jelasnya. (ggi/her)
Seputar Rehabilitasi Pasar Kawak
- Luas: 1.650 meter persegi
- Bangunan: 2 lantai
- Kapasitas: 150 pedagang
- Anggaran: Rp 2 miliar
- Progres: Evaluasi administrasi teknis ULP
- Target: tahun ini selesai
- Terakhir direhabilitasi: Tahun 1980 silam