KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Apa-apa naik harga menjelang Lebaran. Termasuk tarif tukar uang yang dijajakan di sepanjang Jalan Panglima Sudirman.
Tahun ini, penukar harus merogoh kocek lebih dalam. Sekitar 50 persen lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya.
''Saya tukar Rp 700 ribu, bayarnya Rp 800 ribu,'' kata Suyanto, warga yang memanfaatkan jasa tukar uang di Jalan Panglima Sudirman, Kota Madiun, Selasa (2/4).
Beli duit Rp 700 ribu seharga Rp 800 ribu. Ungkapan itu cocok untuk menggambarkan apa yang dilakukan Suyanto.
Kendati tekor Rp 100 ribu, dia mengaku tak masalah.
saBaca Juga: Satu Juta Kendaraan Bakal Masuk Tol Solo-Ngawi, Waspadai Puncak Arus Mudik Lebaran di Tanggal Ini
Yang terpenting baginya, uang pecahan Rp 5 ribu sejumlah Rp 400 ribu dan pecahan Rp 10 ribu sejumlah Rp 300 ribu, sudah masuk kantong.
''Kalau tukar di bank antrenya lama, mending di pinggir jalan yang pasti ada,'' ungkapnya.
Tina, pelaku jasa tukar uang, mengatakan bahwa tarif penukaran tahun ini lebih tinggi ketimbang sebelumnya. Menjelang Lebaran tahun lalu, Rp 10 ribu per Rp 100 ribu.
Sementara tahun ini, tarif penukaran uang naik 50 persen.
''Sekarang, tarifnya Rp 15 ribu per 100 ribu,'' ungkap perempuan yang sudah tiga tahun berturut membuka jasa tukar uang itu.
Tina membuka jasa tukar uang bersama ibunya. Di kota ini, mereka bukan satu-satunya tempat tukar uang di tepi jalan.
Masih banyak jasa serupa yang tersebar di beberapa titik.
Selain di ruas Jalan Panglima Sudirman, ada juga di Jalan dr. Soetomo dan kawasan Alun-alun Kota Madiun. ''Penukaran uang akan lebih ramai menjelang Lebaran,'' ujarnya. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani