Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah tahapan dilakoni calon jemaah haji (CJH) asal Kota Madiun menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Kemarin (8/2), mereka mengikuti pembekalan sekaligus bimbingan manasik haji yang digelar Kementerian Haji (Kemenhaj) setempat.
Kepala Kemenhaj Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan, bimbingan manasik dibagi dua titik.
Untuk Kecamatan Taman diikuti 110 CJH dan dipusatkan di Kelurahan Taman.
Sementara CJH gabungan Kecamatan Manguharjo dan Kartoharjo berjumlah 116 orang mengikuti bimbingan di MAN 1 Madiun.
Setelah materi teori selesai, praktik manasik dijadwalkan pada 16 Februari di Asrama Haji Madiun.
Datik menyebut, manasik menjadi bekal penting agar jemaah memahami fikih dan teknis pelaksanaan ibadah haji saat berada di Arab Saudi.
“Fungsi manasik adalah menjadikan jemaah haji mandiri dalam melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi,” ujarnya.
Menurut Datik, materi yang diberikan cukup lengkap.
Mulai persiapan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, prosedur perjalanan dan penerbangan, materi fikih, hingga tahapan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), serta tawaf dan rangkaian rukun haji lainnya.
Namun, tidak semua CJH bisa mengikuti manasik secara penuh.
Ada dua hingga tiga jemaah berhalangan hadir karena pekerjaan di luar kota.
Ada pula yang masih berada di Kalimantan serta ada yang kuliah di luar negeri.
Pembekalan tetap dilanjutkan melalui manasik lanjutan.
Pada 10 Februari, Kemenhaj menjadwalkan bimbingan manasik massal yang akan diikuti seluruh CJH Kota Madiun.
Dalam manasik massal itu, pihaknya akan menghadirkan petugas kloter, petugas kesehatan, hingga PPIH Arab Saudi.
“Harapannya jemaah benar-benar siap berangkat dan menjaga kesehatan fisik,” pungkas Datik. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto