MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan - Peternak di Magetan tak perlu panik berlebihan jika ternaknya terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Kendati stok obat di Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan terbatas, peternak dapat membuat sendiri jamu antibiotik dan vitamin untuk menunjang penyembuhan ternak terpapar PMK. ‘’Cukup manfaatkan bahan-bahan alami di sekitar,’’ kata Kepala Disnakkan Magetan Nur Haryani, Senin (6/6).
Kementerian Pertanian (Kementan) telah merekomendasikan penggunaan bahan alami seperti kunyit, madu, dan telur ayam sebagai antibiotik dan vitamin. Bahan-bahan itu dapat diolah menjadi jamu untuk ternak. Peternak di Lampung dan Lumajang sukses melawan PMK menggunakan obat tradisional tersebut.
Pemberian obat tradisional dapat meningkatkan daya tahan tubuh ternak. Di samping memanfaatkan obat dan multivitamin dari disnakkan. Nur juga mengimbau peternak lebih memperhatikan kebersihan kandang. Kandang yang bersih dapat mempercepat penyembuhan ternak. ‘’Rata-rata ternak sembuh di pekan ke-2 atau ke-3, asal tidak terlambat melaporkan,’’ ujarnya.
Hingga kemarin, kasus PMK di Kabupaten Magetan telah menyebar di 70 desa di seluruh kecamatan. Sudah 591 ekor sapi yang terjangkit. Sebanyak 43 ekor di antaranya sembuh. Belum ada ternak yang dilaporkan mati karena terpapar penyakit kuku belah tersebut. ‘’Untuk menambah stok obat dan vitamin, kami menggunakan anggaran BTT (belanja tidak terduga),’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)
Editor : Hengky Ristanto