‘’Biasanya hanya menghabiskan 10 kilogram tepung ketan, sekarang sampai 20 kilogram,’’ ujar Sumarlan, salah seorang perajin kue manco, kemarin (6/4).
Dari 20 kilogram tepung ketan itu bisa menghasilkan 900-1.000 bungkus kue manco. Varian rasanya ada wijen, kacang, dan beras. ‘’Paling laris wijen dan kacang,’’ kata pria yang menekuni usaha kue manco sejak 1987 silam tersebut.
Kendati permintaan meroket, Sumarlan tidak serta merta menaikkan harga jual. Kue manco buatannya tetap dibanderol mulai Rp 5 ribu hingga Rp 11 ribu per bungkus, menyesuaikan jenis topingnya.
Pelanggan kue manco produksi Sumarlan tersebar hampir di seluruh daerah di Jawa hingga luar pulau. ‘’Alhamdulillah, omzet yang biasanya hanya Rp 1,5 juta per hari, sekarang mencapai Rp 3 juta,’’ ucapnya.
Permintaan paling banyak dari Ponorogo, Kota Madiun, Magetan, Pacitan, Sidoarjo, Surabaya, dan Mojokerto. ‘’Banyak juga yang beli via online lewat marketplace. Ada yang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Bahkan, pernah dapat pesanan dari Hong Kong,’’ pungkas pria 60 tahun itu. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto