Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Puluhan Ribu Jiwa Belum Ber-KTP

Hengky Ristanto • Jumat, 5 Mei 2023 | 17:30 WIB
SAMPAI MALAM: Petugas Dispendukcapil Kabupaten Madiun melayani perekaman e-KTP di Klecorejo, Mejayan, Rabu (3/4). (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR CARUBAN)
SAMPAI MALAM: Petugas Dispendukcapil Kabupaten Madiun melayani perekaman e-KTP di Klecorejo, Mejayan, Rabu (3/4). (DIAN RAHAYU/JAWA POS RADAR CARUBAN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan ribu jiwa warga Kabupaten Madiun belum mengantongi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil) setempat coba memfasilitasi pengurusan salah satu dokumen administrasi kependudukan (adminduk) tersebut.

Salah satunya dengan melakukan perekaman data e-KTP hingga tingkat desa. Di Klecerejo, Mejayan, misalnya. Warga antusias memanfaatkan program tersebut. Kendati sudah malam dan hujan turus deras, sejumlah remaja usia wajib ber-KTP rela berbasah-basah ke balai desa setempat.

Apalagi e-KTP sangat mereka butuhkan untuk dapat menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024 mendatang. ‘’Perekaman data e-KTP di balai desa ini sangat memudahkan kami. Sebab, kami tidak perlu jauh-jauh ke kantor kecamatan,’’ kata Rian Tri Susanto, salah seorang remaja setempat, Rabu (3/5).

Sesuai data dispendukcapil setempat, total jumlah penduduk Kabupaten Madiun 755.927 jiwa. Sebanyak 607.927 jiwa di antaranya wajib ber-KTP. Sementara saat ini yang sudah melakukan perekaman baru 573.727 jiwa. ‘’Jadi masih ada sekitar 34.200 jiwa yang belum direkam,’’ sebut Kepala Dispendukcapil Kabupaten Madiun Sigit Budiarto kemarin (4/5).

Karena itu pihaknya terus berupaya mengebut perekaman baik di mal pelayanan publik (MPP), kantor kecamatan, atau jemput bola keliling ke desa-desa. Bahkan, hingga di luar jam kerja agar target perekaman nasional 99,4 persen tuntas Desember nanti. ‘’Apalagi ini menjelang pemilu, jadi kami fokuskan pada KTP pemula dulu,’’ ujarnya.

Perekaman malam hari dipilih lantaran pada siang hari warga sibuk beraktivitas, baik sekolah maupun bekerja. Namun, pagi dan siang hari tetap ada pelayanan. ‘’Tak hanya di desa, kami juga jemput bola ke sekolah-sekolah,’’ sambungnya.

Dalam sehari pelayanan di kantor desa rata-rata 50 sampai 100 jiwa. Bahkan, sempat membeludak hingga 200 jiwa. Bagi yang sudah perekaman tidak diberi surat keterangan (suket) pengganti e-KTP sementara, melainkan akan dikabari jika sudah tercetak.

Sedangkan untuk pencetakan bagi yang sudah 17 tahun menunggu beberapa hari ke depan. Pun, akan diantarkan langsung ke alamat masing-masing via pos. ‘’Kalau yang masih 16 tahun itu dicetak saat sudah 17 tahun pada tahun depan sebelum pemilu,’’ pungkasnya. (mg3/sat) Editor : Hengky Ristanto
#e-KTP madiun #dispendukcapil madiun #perekaman e-ktp