
Jawa Pos Radar Madiun - Jika waktu adalah pencuri yang paling ulung, maka Grass Park adalah sekumpulan pemuda yang mencoba merebut kembali kenangan itu lewat frekuensi suara.
Band midwest emo asal Medan ini tidak sekadar merilis kumpulan lagu, namun membangun sebuah kapsul waktu bertajuk Fleeting Moment.
Dirilis di bawah bendera Outtasight Records, EP perdana ini menjadi sebuah proklamasi bahwa rasa haru, senang, dan melankolia bisa bersenyawa dalam satu tarikan napas tanpa harus terdengar klise.
Antara Senyum dan Sedu
Narasi EP ini bergerak layaknya komidi putar, membawa pendengar melintasi puncak kebahagiaan yang meluap hingga jatuh ke palung refleksi yang paling dalam.
Grass Park berhasil mengolah dualitas rasa menjadi bahan bakar utama yang menghidupkan setiap aransemen, menciptakan pengalaman dengar yang terasa sangat personal dan nyata.
Fokus musikal yang tajam membuktikan bahwa mereka tahu betul ke mana arah kemudi identitas mereka akan dibawa sejak track pertama diputar.
Senjata Gitar yang Bercerita
Alih-alih terjebak dalam eksperimen yang membingungkan, kuartet ini memilih setia pada pakem rock dengan sentuhan twinkly guitar yang ringan namun memiliki bobot emosional.
Penempatan single debut "Memoirs" di dalam daftar enam lagu ini berfungsi sebagai jangkar nostalgia yang menghubungkan akar masa lalu dengan eksplorasi narasi baru mereka.



