Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Grass Park Mengunci Memori dalam EP Fleeting Moment

D
Penulis: Dani Erwanto❯
Personel Grass Park. (Instagram @_grasspark)
Personel Grass Park. (Instagram @_grasspark)

Advertisement

Jawa Pos Radar Madiun - Jika waktu adalah pencuri yang paling ulung, maka Grass Park adalah sekumpulan pemuda yang mencoba merebut kembali kenangan itu lewat frekuensi suara.

Band midwest emo asal Medan ini tidak sekadar merilis kumpulan lagu, namun membangun sebuah kapsul waktu bertajuk Fleeting Moment.

Dirilis di bawah bendera Outtasight Records, EP perdana ini menjadi sebuah proklamasi bahwa rasa haru, senang, dan melankolia bisa bersenyawa dalam satu tarikan napas tanpa harus terdengar klise.

Advertisement

Antara Senyum dan Sedu

Narasi EP ini bergerak layaknya komidi putar, membawa pendengar melintasi puncak kebahagiaan yang meluap hingga jatuh ke palung refleksi yang paling dalam.

Advertisement

Grass Park berhasil mengolah dualitas rasa menjadi bahan bakar utama yang menghidupkan setiap aransemen, menciptakan pengalaman dengar yang terasa sangat personal dan nyata.

Fokus musikal yang tajam membuktikan bahwa mereka tahu betul ke mana arah kemudi identitas mereka akan dibawa sejak track pertama diputar.

Senjata Gitar yang Bercerita

Alih-alih terjebak dalam eksperimen yang membingungkan, kuartet ini memilih setia pada pakem rock dengan sentuhan twinkly guitar yang ringan namun memiliki bobot emosional.

Penempatan single debut "Memoirs" di dalam daftar enam lagu ini berfungsi sebagai jangkar nostalgia yang menghubungkan akar masa lalu dengan eksplorasi narasi baru mereka.

Advertisement
Editor : Andi Chorniawan
Sumber : Radar Madiun

Artikel Terkait

Atas Nama Solidaritas, Band Hardcore Wafaq Abadikan Luka Anak Palestina lewat Karya Musik

Atas Nama Solidaritas, Band Hardcore Wafaq Abadikan Luka Anak Palestina lewat Karya Musik

Unit Hardcore/Punk asal Padang, Wafaq, merilis EP bertajuk "Di Bawah Langit, Pusara Masa Kecil". Mengangkat isu kemanusiaan dan solidaritas untuk anak-anak Palestina.

Metyr Debut Lewat EP Self-Titled, Sajikan Lagu Perpaduan Post-Black Metal dan Blackgaze

Metyr Debut Lewat EP Self-Titled, Sajikan Lagu Perpaduan Post-Black Metal dan Blackgaze

Metyr resmi debut lewat EP self-titled berisi Altar, Unbroken, dan Haze dengan nuansa post-black metal dan blackgaze yang emosional.

Musik Keras Tough Love dalam EP Aufklarung, Empat Trek yang Menolak Tunduk pada Modernitas

Musik Keras Tough Love dalam EP Aufklarung, Empat Trek yang Menolak Tunduk pada Modernitas

Tough Love merilis EP Aufklarung yang memadukan skramz, post-hardcore, dan kritik terhadap modernitas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer