Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kronologi Bupati Kulon Progo Ancam Copot Kepsek yang Pajang Simbol Geblek Renteng, Ternyata Ini Penyebabnya

Mizan Ahsani • Kamis, 12 Februari 2026 | 08:19 WIB

 

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan..
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan..

Jawa Pos Radar Madiun – Suasana peluncuran buku bahan ajar untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Kulon Progo mendadak tegang.

Acara yang seharusnya membahas pendidikan dan kearifan lokal itu berubah menjadi ajang "peringatan keras" dari orang nomor satu di Bumi Binangun.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, secara terbuka melontarkan ancaman serius kepada para kepala sekolah.

Ia menegaskan tidak segan-segan mencopot jabatan kepala sekolah yang masih nekat mempertahankan simbol Geblek Renteng di lingkungan sekolahnya.

Baca Juga: Aneh tapi Nyata: Usai Diangkat PPPK, Gaji Guru di Tulungagung Justru Turun Jadi Rp 350 Ribu Sebulan

Bupati: Saya Ganti Kepala Sekolahnya!

Dalam sambutannya di Aula Adikarta Pemkab Kulon Progo, Rabu (11/2), Agung menumpahkan kekesalannya.

Ia menuding simbol Geblek Renteng yang merupakan warisan bupati sebelumnya, Hasto Wardoyo, sarat dengan muatan politis.

Agung mencontohkan salah satu SD di Kalurahan Margosari, Pengasih, tepatnya di dekat gedung IKIP PGRI, yang gapuranya masih memampang simbol tersebut.

"Kalau itu memang ada kaitannya dengan tujuan politis, saya ganti kepala sekolahnya," ancam Agung di hadapan para pendidik.

Ia mengaku "mangkel" (dongkol) setiap kali melewati sekolah tersebut. Bahkan, Agung memerintahkan agar simbol itu segera dihilangkan, baik dengan cara dicat ulang atau dikelupas (dikletek).

"Itu siap pindah atau siap diganti?" tanya Agung menanggapi jawaban 'siap' dari salah satu kepala sekolah.

Baca Juga: Siap-Siap! THR 2026 Cair Maret: Cek Jadwal dan Rumus Hitung untuk PNS, PPPK, serta Karyawan Swasta

Alasan Ganti ke Gunungan Binangun: Demi Marwah dan HB X

Agung bersikeras ingin menghapus jejak Geblek Renteng dan mengembalikannya ke simbol Gunungan Binangun.

Ia berdalih langkah ini bukan politis, melainkan untuk mengembalikan marwah Kulon Progo.

Menurut Agung, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) sempat merasa kecewa (sengkel) karena simbol Gunungan diganti di era Hasto Wardoyo.

Hal ini, klaim Agung, membuat Gubernur enggan berkunjung ke Kulon Progo selama bertahun-tahun.

"Beliau sengkel karena harusnya Gunungan Binangun dipertahankan. Bukan diganti," ujarnya.

Nantinya, Gunungan Binangun akan didominasi warna kuning gading pareanom, yang ia klaim sesuai dengan pakem Keraton Jogja, bukan warna partai tertentu.

Selain polemik simbol, Agung juga sempat curhat mengenai kebijakan seragam ASN berwarna biru muda yang dituding sebagai upaya membirukan daerah.

Terlebih posisinya merupakan Ketua DPW PAN DIY.

Ia membantah hal tersebut dan menyebut kebijakannya hanya mengikuti Pemprov DIY dan kabupaten lain. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#batik #gunungan #Kepala sekolah dicopot #Bupati Kulon Progo Agung Setyawan #simbol #Geblek Renteng #Hasto Wardoyo