Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Lebaran 2026

Ockta Prana Lagawira • Rabu, 11 Maret 2026 | 08:32 WIB

Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak naik hingga Lebaran 2026.
Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak naik hingga Lebaran 2026.

JAKARTA - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di tengah kekhawatiran masyarakat terkait gejolak pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah.

Menurut Bahlil, pemerintah telah memastikan cadangan BBM nasional dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir selama Ramadan dan Lebaran.

"Yang jelas Hari Raya, ini pikir hari raya dulu lah. Hari Raya ini Insya Allah nggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi dan cadangan kita nggak ada masalah ya," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Selasa (10/3/2026).

Cadangan BBM Nasional Dipastikan Aman

Bahlil juga mengingatkan agar masyarakat tidak salah menafsirkan informasi terkait cadangan BBM nasional.

Ia menegaskan bahwa angka cadangan yang sering disebut sekitar 21 hingga 23 hari bukan berarti stok BBM akan habis dalam periode tersebut.

Menurutnya, angka tersebut hanya menunjukkan buffer stock atau cadangan penyangga, sementara pasokan BBM terus berjalan melalui produksi dalam negeri dan impor.

"Jangan diplintir-plintir seolah-olah 21 hari atau 23 hari itu udah habis. Enggak, itu kan buffer stock kita, tapi kan datang terus. Kita kan produksi terus, yang impor kan masuk terus. Jadi jangan diplintir-plintirlah ya," kata Bahlil.

Kekhawatiran Global Picu Panic Buying

Dalam beberapa waktu terakhir, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global mulai meningkat.

Situasi tersebut dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Ketegangan geopolitik itu memunculkan kekhawatiran kemungkinan penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Akibatnya, sejumlah negara mulai melaporkan antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar, karena masyarakat khawatir harga BBM melonjak atau pasokan terganggu.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa pasokan energi di Indonesia tetap aman sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan.

Editor : Ockta Prana Lagawira
#bahlil lahadalia #lebaran 2026 #harga BBM subsidi #harga bbm #cadangan BBM nasional #energi indonesia #konflik timur tengah