Jawa Pos Radar Madiun – Program mudik gratis kembali digelar menjelang Lebaran 2026. Kali ini, mudik gratis disediakan melalui jalur laut oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI.
Program bertajuk Mudik Aman Berbagi Harapan 2026 ini melayani rute dari pontianak menuju surabaya dengan jadwal keberangkatan pada 18 Maret 2026.
Perjalanan mudik gratis tersebut akan menggunakan kapal penumpang KM bukit raya. Dalam program ini, PELNI menyediakan kuota terbatas sebanyak 100 tiket bagi masyarakat yang ingin pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.
Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara online melalui tautan atau kode QR yang telah disediakan oleh panitia. Setiap peserta hanya diperbolehkan mendaftar satu kali menggunakan satu nomor induk kependudukan (NIK).
Adapun syarat yang harus dipenuhi antara lain memiliki identitas resmi seperti KTP untuk penumpang dewasa serta Kartu Keluarga atau Kartu Identitas Anak bagi peserta di bawah usia 17 tahun. Selain itu, calon pemudik juga diwajibkan memiliki akun di aplikasi PELNI Mobile.
Setelah formulir pendaftaran dikirimkan, data peserta akan diverifikasi oleh pihak PELNI. Peserta yang lolos verifikasi nantinya akan dihubungi oleh petugas untuk proses selanjutnya.
Bagi peserta yang telah terverifikasi, penukaran tiket wajib dilakukan secara langsung di Kantor Cabang PELNI Pontianak dengan membawa identitas asli serta fotokopi dokumen.
Penukaran tiket dijadwalkan pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 08.30 hingga 14.00 WIB serta Selasa, 17 Maret 2026 pukul 08.00 hingga 11.30 WIB di kantor PELNI Cabang Pontianak, Jalan Sultan Abdurrahman No.12, Sungai Bangkong.
Panitia mengingatkan bahwa program ini sepenuhnya gratis dan tidak dipungut biaya apa pun. Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan program mudik gratis tersebut.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman, nyaman, serta tetap bisa berkumpul bersama keluarga saat momen Lebaran. (*)
* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
Editor : Mizan Ahsani