Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aksi Walk Out Warnai Rapat Pokir DPRD Ngawi, Distribusi Program di SIPD Picu Deadlock

A
Penulis: Asep Syaeful❯

 

WALK OUT: Suasana rapat sosialisasi input pokir DPRD dalam rangka perencanaan pembangunan 2027 di Kantor DPRD Ngawi kemarin (29/1).
WALK OUT: Suasana rapat sosialisasi input pokir DPRD dalam rangka perencanaan pembangunan 2027 di Kantor DPRD Ngawi kemarin (29/1).

Jawa Pos Radar Madiun – Suasana rapat sosialisasi input pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD dalam rangka perencanaan pembangunan tahun 2027 di Kantor DPRD Ngawi menghangat, Rabu (29/1).


Advertisement

Rapat yang membahas penginputan usulan melalui sistem aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) itu diwarnai aksi walk out sejumlah anggota dewan.

Rapat tersebut diikuti unsur legislatif dan eksekutif. Ketegangan muncul saat pembahasan mekanisme penginputan pokir DPRD ke dalam sistem SIPD.

Sejumlah anggota merasa aspirasi yang diajukan belum terakomodasi secara maksimal.

Advertisement

Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko, mengatakan bahwa DPRD bekerja dengan prinsip kolektif kolegial dan terbuka terhadap setiap masukan anggota.

Namun, perbedaan pandangan terkait kebijakan distribusi program kegiatan memicu kebuntuan dalam rapat.

“Ada anggota yang tidak berkenan dengan kebijakan yang diambil terkait distribusi program kegiatan. Hal itu yang kemudian membuat rapat mengalami deadlock,” ujarnya.

Advertisement

Menurut King, sapaan akrabnya, persoalan bermula dari anggapan sejumlah anggota bahwa terdapat mekanisme yang belum dilalui secara sempurna dalam proses penginputan usulan DPRD ke SIPD.

Kondisi tersebut akhirnya memicu tersumbatnya komunikasi antar pihak. “Hal-hal seperti ini yang membuat saluran komunikasi tidak berjalan dengan baik,” jelasnya.

Menanggapi munculnya wacana penggunaan hak angket, King menegaskan bahwa hak angket merupakan hak politik anggota DPRD.

Meski demikian, ia menilai persoalan yang terjadi saat ini belum layak dibawa ke ranah tersebut.

“Kami coba komunikasikan terlebih dahulu. Hak angket itu tidak semudah itu digunakan, harus ada alasan yang jelas dan kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, menyampaikan bahwa pembahasan perencanaan pembangunan 2027 masih terus berjalan.

Ia mengakui perlunya peningkatan komunikasi antara pihak eksekutif dan legislatif agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Kita memang perlu memperbaiki komunikasi antara eksekutif dan legislatif,” ujarnya.

Pemkab Ngawi berharap dinamika yang muncul dalam rapat tersebut dapat segera diselesaikan melalui dialog, sehingga proses perencanaan pembangunan daerah tetap berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. (sae/den)

Advertisement
Editor : Andi Chorniawan
Sumber : Radar Madiun

Artikel Terkait

Jelang Pilkades 2027, DPRD Ngawi Desak Penggabungan Tiga Perda Desa Segera Rampung

Jelang Pilkades 2027, DPRD Ngawi Desak Penggabungan Tiga Perda Desa Segera Rampung

DPRD Ngawi mendesak percepatan penggabungan tiga perda desa yang masih dalam tahap harmonisasi. Regulasi ditargetkan siap sebelum tahapan Pilkades 2027.

HUT Ke-62 Partai Golkar, DPD Ngawi Pasang Target Sembilan Kursi DPRD

HUT Ke-62 Partai Golkar, DPD Ngawi Pasang Target Sembilan Kursi DPRD

DPD Golkar Ngawi memperingati HUT ke-62 dengan kegiatan sosial dan konsolidasi. Pengurus memasang target sembilan kursi DPRD.

Program Air Minum Gratis Ngawi 2027 Disorot DPRD, Lokasi Depo Diminta Strategis

Program Air Minum Gratis Ngawi 2027 Disorot DPRD, Lokasi Depo Diminta Strategis

DPRKP Ngawi mengusulkan Rp 4,5 miliar untuk program air minum gratis di lima kecamatan pada 2027. DPRD meminta lokasi depo strategis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer