Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kecamatan Ngawi Rentan Demam Berdarah

Hengky Ristanto • Minggu, 9 April 2023 | 02:30 WIB
FOGGING: Kegiatan pengasapan di salah satu permukiman desa di Ngawi yang terdapat kasus demam berdarah dengue. (DINKES UNTUK JAWA POS RADAR NGAWI)
FOGGING: Kegiatan pengasapan di salah satu permukiman desa di Ngawi yang terdapat kasus demam berdarah dengue. (DINKES UNTUK JAWA POS RADAR NGAWI)
NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Jangan terlena data. Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi mencatat jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) turun signifikan sejak Januari lalu. Bila bulan itu 54 kasus, dua bulan berikutnya 23 dan 27 kasus. ‘’Meski begitu harus tetap waspada,’’ kata Paulina Kristianti, subkoordinator pencegahan dan  pengendalian penyakit (P2P) Dinkes Ngawi, kemarin (7/4).

Paulina menyebutkan, kasus DBD sejauh ini banyak dilaporkan dari wilayah Puskesmas Ngawi dan Ngawi Purba. Wilayah perkotaan rentan menjadi lokasi persebaran karena kepadatan penduduknya.

Selain itu banyak barang yang bisa dijadikan sarang nyamuk Aedes aegypti bertelur. Persoalan itu ditambah dengan pola hidup yang tidak sehat. ‘’Penanganan terbaik bukan fogging, tapi dengan gerakan 3M plus,’’ ujarnya.

Dia berharap masyarakat aktif memeriksakan anggota keluarga yang sakit dengan gejala DBD. Bila tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal. ‘’Hingga kini belum ada pasien meninggal,’’ ucapnya sembari menyebut mengacu tahun lalu, kasus kematian pasien DBD terjadi Mei hingga Agustus. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto
#pasien DBD ngawi #fogging dbd #Nyamuk Aedes Aegypti #kasus DBD ngawi