Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tak Perlu Merantau, Industri Baru Serap Ribuan Tenaga Kerja di Ngawi

Asep Syaeful • Selasa, 30 Desember 2025 | 02:22 WIB
MENINGKAT: Salah satu pabrik penanaman modal asing di Ngawi. Realisasi investasi 2025 menunjukkan tren positif hingga triwulan ketiga.
MENINGKAT: Salah satu pabrik penanaman modal asing di Ngawi. Realisasi investasi 2025 menunjukkan tren positif hingga triwulan ketiga.

NGAWI – Tren masyarakat Ngawi bekerja ke luar negeri menunjukkan penurunan signifikan. Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi mencatat jumlah warga yang berangkat sebagai pekerja migran menyusut dari 1.600 orang pada tahun lalu menjadi sekitar 1.200 orang hingga Desember 2025.

Kepala Bidang Tenaga Kerja DPPTK Ngawi, Supriyadi, menyebut penurunan tersebut mencapai sekitar 25 persen.

Menurutnya, kondisi ini tidak lepas dari berkembangnya sektor industri di Ngawi dalam setahun terakhir.

“Turunnya jumlah pahlawan devisa ini karena banyak industri baru yang mulai beroperasi dan menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya, Senin (29/12).

Sejumlah perusahaan, khususnya yang didukung modal asing, mulai membuka pabrik dan merekrut ribuan pekerja.

Industri sepatu, mainan, hingga garmen menjadi sektor dominan yang menawarkan lapangan pekerjaan baru bagi warga Ngawi.

“Pabrik-pabrik tersebut memprioritaskan tenaga kerja lokal,” jelas Supriyadi.

Ia menambahkan, masyarakat kini memiliki lebih banyak pertimbangan sebelum memutuskan merantau ke luar negeri.

Selain penghasilan di dalam negeri yang semakin kompetitif, faktor kedekatan dengan keluarga turut menjadi alasan utama.

“Bekerja di daerah sendiri lebih nyaman. Risiko sosial dan psikologis juga bisa dihindari,” katanya.

Selama ini, pekerja migran asal Ngawi didominasi sektor informal, seperti asisten rumah tangga dan tenaga perawatan.

Negara tujuan utama masih Taiwan, Hongkong, Malaysia, serta sejumlah negara di Timur Tengah.

Namun, selisih upah dengan pekerjaan di dalam negeri dinilai kian menipis.

“Upah di luar negeri sekarang tidak lagi terpaut jauh dibanding gaji pekerja di kota-kota besar dalam negeri,” ungkapnya. (sae/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#Industri Baru Ngawi #Lapangan Kerja Jawa Timur #INVESTASI INDUSTRI #tenaga kerja lokal #ngawi #pahlawan devisa #Pekerja Migran Ngawi