Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Suara Lantang Mursyid dari MIN 5 Ngawi, Ingatkan Pentingnya 3 Amalan Tak Terputus

Redaksi • Senin, 2 Februari 2026 | 08:15 WIB
MUHAMMAD MURSYID NUR ILYAS, MIN 5 NGAWI
MUHAMMAD MURSYID NUR ILYAS, MIN 5 NGAWI

Jawa Pos Radar Madiun – Panggung audisi Festival Dai Cilik (Pildacil) Jawa Pos Radar Madiun wilayah Ngawi, Senin (2/2), menjadi saksi kepiawaian Muhammad Mursyid Nur Ilyas.

Siswa perwakilan MIN 5 Ngawi ini tampil memukau saat membawakan materi bertajuk "Menjadi Anak Shalih dan Shalihah di Bulan Ramadan".

Bukan hanya materi yang bobot, gaya penyampaiannya pun menuai pujian.

Mursyid tampil dengan intonasi yang tertata, suaranya terdengar jelas, lugas, dan terang, membuat setiap pesan dakwahnya mudah diterima oleh dewan juri maupun hadirin.

Dalam tausiahnya, Mursyid menekankan definisi sesungguhnya dari anak saleh. Ia menegaskan bahwa predikat saleh tidak cukup hanya diraih dengan menahan lapar dan haus puasa semata.

"Menjadi anak shalih dan shalihah bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan diwujudkan melalui perubahan sikap dan perilaku," tegasnya.

Baca Juga: Tampil Memukau, Humaira Ajak Teman Sebaya Maknai Ramadan dengan Ceria di Audisi Dai Cilik Ngawi

Kutip Hadis Tiga Amalan

Salah satu poin penting yang disampaikan Mursyid adalah kutipan hadis Nabi Muhammad SAW mengenai tiga amalan yang tidak akan terputus pahalanya meski manusia telah meninggal dunia.

"Terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan kedua orang tuanya," kutip Mursyid.

Pesan ini ia sampaikan untuk mengingatkan teman-temannya akan pentingnya membentuk karakter mulia sejak dini demi menjadi investasi akhirat bagi orang tua.

Menutup penampilannya, Mursyid memberikan tips praktis bagi anak-anak dalam mengisi bulan suci.

Ia mengajak agar tidak menunda-nunda waktu ibadah, baik itu salat maupun mengaji, mengingat pahala di bulan Ramadan akan dilipatgandakan.

Tak lupa, ia mengingatkan contoh sederhana berbakti kepada orang tua selama puasa.

"Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk berbakti, seperti membantu ibu menyiapkan takjil serta tidak mengeluh ketika dibangunkan sahur," pungkasnya. (*)

 

Editor : Mizan Ahsani
#puasa #dai cilik #audisi #ramadan #amalan #ngawi