Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kecanduan Petasan, Siswa SMP di Ngawi Tak Mau Sekolah hingga Dipanggilkan Damkar

Asep Syaeful • Kamis, 12 Maret 2026 | 10:00 WIB

Petugas Damkar Ngawi memberikan nasihat kepada seorang remaja yang kecanduan membuat petasan di Desa Jeblogan, Paron. FOTO: ISTIMEWA
Petugas Damkar Ngawi memberikan nasihat kepada seorang remaja yang kecanduan membuat petasan di Desa Jeblogan, Paron. FOTO: ISTIMEWA

NGAWI – Tingkah seorang remaja di Kabupaten Ngawi membuat orang tuanya kewalahan.

Seorang siswa kelas VII SMP Negeri 1 Paron memilih membuat dan bermain petasan hingga enggan berangkat sekolah.

Remaja tersebut diketahui bernama Rehan Zaki Alrahmad, 13, warga Desa Jeblogan, Kecamatan Paron.

Karena khawatir dengan perilaku anaknya, sang ibu, Darwati, akhirnya meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Ngawi untuk memberikan nasihat kepada putranya.

Petugas Damkar mendatangi rumah Rehan pada Rabu (11/3) pagi.

Di rumah tersebut, petugas memberikan pemahaman tentang bahaya petasan sekaligus pentingnya tetap melanjutkan pendidikan.

Darwati mengaku sudah kewalahan menghadapi sikap anaknya yang lebih memilih membuat mercon dibandingkan pergi ke sekolah.

“Saya kesal karena anak tidak mau sekolah, malah bikin petasan. Karena takut juga, saya panggil Damkar supaya anak saya bisa diberi pengertian. Petasan itu kan bahaya,” ujarnya.

Petugas Damkar Kabupaten Ngawi Lilik Kukuh Junianto mengatakan pihaknya datang setelah menerima laporan dari orang tua siswa tersebut.

Petugas kemudian berbincang dengan Rehan dan memberikan nasihat agar berhenti membuat mercon.

Selain itu, petugas juga menjelaskan berbagai risiko jika petasan dibuat secara sembarangan.

“Selain bisa membahayakan diri sendiri dan keluarga, petasan juga bisa menyebabkan kebakaran jika tiba-tiba meledak,” jelas Lilik.

Rehan juga mengaku bahan serta gulungan kertas yang digunakan untuk membuat mercon telah dibuang ke dalam sumur pada pagi hari.

Namun, ia tidak menjelaskan dari mana memperoleh bahan-bahan tersebut.

“Kami memberikan nasihat tentang bahaya mercon dan pentingnya sekolah. Bahan mercon juga sudah dibuang oleh anak tersebut,” kata Lilik.

Setelah mendapat pengarahan, Rehan akhirnya berjanji akan kembali bersekolah dan tidak lagi membuat mercon.

Petugas dari Polsek Paron juga datang ke rumah tersebut untuk memberikan pengarahan serupa.

Petugas baru meninggalkan lokasi setelah memastikan tidak ada lagi bahan petasan di rumah siswa tersebut. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#bahaya petasan #mercon Ngawi #Damkar Ngawi #siswa SMP Ngawi #ngawi #remaja Ngawi #petasan Ngawi